PERANAN MEDIA KOMUNIKASI (RADIO SWASTA) DALAM MENINGKATKAN TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.                Latar Belakang Masalah

Sepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi.

Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya. komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya Tanpa komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain, manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipun caranya berbeda tergantung lingkungan yang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial tertentu.

Kedua, secara langsung atau tidak sebagian besar komunikasi manusia sebenarnya menyangkut atau bertitik tolak pada informasi tentang lingkungannya. Baik mengenai benda fisik dan komponen lingkungan itu, prinsipnya yang mengatur hubungan antara komponen tersebut, proses dan cara kerjanya, ataupun gagasan dan keinginan yang ada dalam otak manusia mengenai bagaimana seharusnya lingkungan itu. Ini bukanlah hal baru. Pengetahuan dan konsep yang ada pada seseorang dibentuk pertama kali oleh lingkungannya, atau berdasar kepada hal-hal yang diamati dari lingkungan. Andaikata ia kemudian belajar tentang hal-hal mengenai lingkungan yang lain, informasi itu pun akan selalu mengacu atau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya maka komunikasi biasanya lebih lancar dan lebih efektif jika menyangkut atau berkaitan dengan lingkungan yang telah dikenalnya. Dapat dikatakan komunikasi akan makin berarti bagi seseorang jikalau informasi yang disampaikan makin terkait dengan lingkungan orang itu.

Berkaitan erat dengan ini adalah relevansi lingkungan yang ketiga, yaitu dari segi fungsi komunikasi. Seperti yang dikemukakan banyak pakar, bahwa salah satu fungsi penting komunikasi bagi manusia dalam masyarakat adalah pengamatan lingkungan. Di mana ada media, fungsi ini terbantu dengan komunikasi massa yang diharapkan menyampaikan hasil pengamatan secara teratur dan sistematik. Dimana tidak ada media, fungsi ini dilakukan melalui komunikasi interpersonal dan sosial. Orang saling bertanya dan bertukar informasi setiap hari untuk mendapatkan gambaran mengenai perubahan yang terjadi dan keadaan terakhir (termasuk ancaman, bahaya maupun keadaan yang menguntungkan) yang berkembang di sekitaraya, agar mereka dapat menyesuaikan kehidupannya, sebaik mungkin (M. Alwi Dahlan, 1987: 2-3).

Oleh karena itu informasi yang diperoleh melalui berbagai media massa memegang peranan sangat penting dalam membentuk sikap mental masyarakat agar dapat berperan secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan umumnya dan terhadap kesadaran untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan khususnya. Namun dalam pemberian informasi kepada masyarakat ada masalah-masalah yang harus dihadapi;

  1. Pemastian penerimaan informasi.
  2. Informasi lintas batas (transfrontier).
  3. Informasi tepat waktu (timely information).
  4. Informasi lengkap (comprehensive information).
  5. Informasi yang dapat dipahami (comprehensible information)
    (Koesnadi, 1988: 141-144).

Adanya permasalahan ini menuntut bahwa informasi yang dibutuhkan, diharapkan akan memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kedudukan masyarakat amat penting karena keefektifannya bertindak selaku pengawas terhadap setiap adanya permasalahan lingkungan sehingga diharapkan dengan secepatnya kondisi tersebut diantisipasi dan dikembalikan ke keadaan semula.

Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kelestarian lingkungan, sebenarnya masalah kecepatan, daya jangkau, ketepatan, volume maupun jenis informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat sudah tidak lagi menjadi permasalahan. Dalam kenyataannya masyarakat masih banyak yang belum memahami apa yang seharusnya diketahui mengenai lingkungan sekitarnya terutama terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan timbulnya masalah lingkungan. Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat, akhir-akhir ini masalah lingkungan banyak menarik perhatian terutama dari media massa yang meliput secara langsung atau berdasarkan laporan dari masyarakat yang terkena dampak masalah lingkungan.

Dari ketentuan Undang Undang No. 4 Tahun 1982 Pasal 9 tentang Lingkungan Hidup yang berbunyi;

“Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan, dan penelitian tentang lingkungan hidup”.

 

serta penjelasannya;

“Pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat dilaksanakan baik melalui jalur pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak atau sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi maupun melalui jalur pendidikan nonformal”

 

penyebarluasan informasi lingkungan dapat dilaksanakan melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan secara formal maupun non formal. Dengan makin berkembangnya kesadaran dan kehidupan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup maka dikeluarkanlah peraturan perundangan lingkungan hidup yang baru yaitu Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan penyempurnaan dari Undang Undang No. 4 Tahun 1982. Selanjutnya Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup ini disebut UUPLH.

 

Dalam Pasal 10 huruf b UUPLH dengan tegas disebutkan bahwa;

“Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup Pemerintah berkewajiban mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup”

 

dalam penjelasannya;

“Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, bimbingan, serta pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia”

 

Berbagai bentuk informasi lingkungan wajib diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk peningkatan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola lingkungannya. Jika dikaitkan dengan ketentuan Pasal 7 ayat (1) UUPLH yang menyebutkan;

“Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup”

 

maka tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya terletak kepada pemerintah saja tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan karena baik secara langsung maupun tidak langsung masyarakat merasakan dampak negatif dari kerusakan lingkungan itu. Dengan dasar pemikiran itu penggunaan berbagai media massa sangat menunjang berbagai bentuk usaha peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dari dua bentuk media massa yaitu media elektronik dan media cetak, radio merupakan salah satu media elektronik yang berfungsi sebagai media penyampaian informasi dan dinilai mampu untuk menjangkau segala lapisan masyarakat. Oleh karena itu rasio memegang peranan pentin dalam menumbuhkan dan membina sikap mental masyarakat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah lingkungan.

Dari ketentuan Pasal 12 ayat (3) Undang-Undang No. 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi yang menyatakan bahwa;

“Penyelenggaraan telekomunikasi untuk keperluan khusus dapat dilakukan oleh instansi pemerintah tertentu, perseorangan, atau badan hukum selain badan penyelenggaraan dan badan lain sebagai mana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2)”

 

maka secara jelas dinyatakan bahwa di samping pemerintah selaku pembina dan penyelenggara telekomunikasi pihak swasta dapat juga berperan serta baik perseorangan maupun badan hukum. Ketentuan ini berimplikasi kepada media elektronik, televisi maupun radio, sehingga pada saat ini telah berdiri sejumlah televisi swasta dan radio swasta.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat media komunikasi milik pemerintah, TVRI dan RRI, dan media komunikasi swasta, yaitu radio siaran swasta FM dan AM yang dapat digunakan untuk penyampaian informasi mengenai masalah lingkungan Informasi ini dapat dikemas dalam bentuk acara khusus maupun dengan memasukkan pesan ke dalam acara tertentu.

Peranan penting TVRI, RRI, dan radio swasta adalah dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran lingkungan sehingga peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat meningkat.

B.        Perumusan Masalah

1.         Bagaimana peranan radio siaran swasta dapat meningkatkan  dan memberikan
bekal pengetahuan mengenai lingkungan kepada masyarakat dikaitkan dengan
ketentuan Pasal 10 huruf b UUPLH?

2.         Dari ketentuan yang telah ada yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun
1970 tentang Radio Siaran Non-Pemerintah, berutama mengenai fungsinya sebagai alat pendidikan dan alat penerangan, apakah ketentuan ini sudah dapat berjalan seperti yang diharapkan oleh ketentuan Pasal 10 huruf b UUPLH ?

3.         Bagaimana tanggapan  masyarakat  terhadap adanya program atau acara yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan yang dikelola oleh radio siaran swasta?

 

C.        Tujuan Penelitian

  1. Tujuan Obyektif
  2. Untuk mengetahui peranan salah satu media komunikasi, dalam hal ini radio siaran swasta, yang digunakan sebagai sarana penerangan dan pendidikan lingkungan kepada masyarakat melalui jalur nonformal.
  3. Dengan ketentuan yang ada, baik Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1970 maupun Pasal 10 huruf b UUPLH dapat diketahui kondisi yang diharapkan tercipta dalam hubungan komunikasi dan informasi khususnya dalam bidang lingkungan antara masyarakat dengan radio siaran swasta.
  4. Untuk mengetahui tanggapan yang diberikan oleh masyarakat mengenai program atau acara radio siaran swasta yang berkaitan dengan lingkungan.

 

2.         Tujuan Subyektif

Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan jenjang studi strata satu di Universitas Gadjah Mada.

 

D.        Tinjauan Pustaka

Hakikat komunikasi dalam arti luas adalah suatu kegiatan manusia baik secara pribadi maupun kolektif sebagai masyarakat untuk menyebarluaskan gagasan atau pikiran, fakta ataupun data agar gagasan, fakta dan data tersebut menjadi milik bersama.

Dalam batasan ini komunikasi juga berfungsi sebagai usaha untuk:

  1. Memberi     informasi     yang mencakup    pengumpulan,    penyimpanan,
    pengelolaan dan penyebarluasan berita, gambar, fakta dan pesan, pendapat
    serta tanggapan yang diperlukan untuk  mengerti dan menanggapi sesuatu
    keadaan.
  2. Memasyarakatkan  yakni  memberi    bekal   pengetahuan   untuk menjadi
    milik bersama masyarakat agar masing-masing warganya dapat secara
    efektif melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat dalam rangka membina
    kebersamaan hidup dan solidaritas sosial.
  3. Mengembangkan motivasi yakni merangsang gairah orang atau masyarakat untuk mencapai sasaran dan aspirasi bersama.
  4. Memberi pendidikan dalam rangka pengembangan kecerdasan intelektual, pembinaan watak dan memperoleh keterampilan pada semua tingkat umur.
  5. Mengembangkan kebudayaan yakni menyebarluaskan hasil ciptaan seni budaya dengan maksud untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang, mengembangkan kebudayaan dengan  meluaskan cakrawala pandangan masyarakat,   mengasah   daya   ciptanya   dan   merangsang   tumbuhnya kreativitas.
  6. Memberikan    hiburan    dengan      antara    lain    mementaskan      atau
    mengembangkan seni drama, seni tari, seni sastra, seni lukis, seni musik, seni lawak, olah raga dan lain-lain untuk dapat dinikmati secara, pribadi atau secara bersama-sama.
  7. Mengembangkan  integrasi   ke arah  kokohnya  persatuan   dan kesatuan nasional serta mantapnya,  tanggung jawab  disiplin dan jiwa bangsa (Departemen Penerangan, 1987: 212-213).

Dalam proses komunikasi ada 3 unsur pokok:

1. Pemberi atau sumber informasi.

2. Media informasi.

3. Penerima atau sasaran informasi.

Karena sasaran penyampaian informasi adalah masyarakat luas, sedangkan media informasi baik media elektronik maupun media cetak jenisnya beragam dan informasi yang disampaikan tidak selalu memiliki aspek positif bagi pembangunan nasional, maka berdasarkan ketentuan Pasal 33 ayat (2) yaag menyatakan bahwa;

“Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”

 

dan dalam bagian menimbang sub (b) UU No. 3 Tahun 1989 yang menyatakan ;

“Bahwa telekomunikasi merupakan cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak sehingga perlu dikuasai oleh negara demi terwujudnya pembangunan nasional”

 

pemerintah berkedudukan sebagai penyelenggara.

Pedoman bagi pemerintah, dalam hal ini departemen penerangan, dalam menyelenggarakan telekomunikasi tertuang dalam TAP MPR No. II/MPR/1998 mengenai Penerangan, Komunikasi dan Media Massa sebagai berikut:

a.         Pembangunan penerangan, komunikasi, dan media massa diarahkan pada
peningkatan   kemampuan  penerangan,   komunikasi,   dan  media  massa
nasional,   ditujukan   untuk   meningkatkan   peran   serta   aktif  positif
masyarakat   dalam   pembangunan,    meningkatkan   keterbukaan   yang
bertanggung jawab dan makin meningkatkan kesadaran bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila dan
UUD 45.

b.         Pembangunan   penerangan,   komunikasi,   media   massa harus   mampu
meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai
warga negara dan menciptakan iklim yang dapat mendorong terjadinya
interaksi timbal balik secara terbuka dan bertangung jawab antara sesama
warga  masyarakat   dengan  pemerintah   dalam   memperoleh   informasi tentang pembangunan dan hasil-hasilnya, serta perkembangan global sehingga makin meningkatkan kualitas, peranan, peran serta, dan tanggung jawab masyarakat dalam pembangunan, dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan tekad kemandirian serta ketangguhan bangsa

c.         Pembangunan    penerangan,    komunikasi,    dan    media    massa    terus ditingkatkan    kualitas    dan   jangkauannya   agar    mendukung    upaya
memantapkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, memperkuat moral, mental,
budaya bangsa serta menggelorakan semangat pengabdian dan perjuangan
bangsa,   dan   menggairahkan   peran   serta   masyarakat   dalam   rangka
memantapkan kehidupan demokrasi Pancasila sehingga masyarakat siap
untuk makin mampu menyerap nilai yang positif dan menangkal pengaruh
negatif arus informasi. Untuk itu, media massa harus makin meningkatkan
pengabdian, tanggung jawab dan etik profesi, kemampuan, dan kualitas
sumber    daya    manusianya,     serta    makin    mampu    meningkatkan
pendayagunaan sarana dan prasarana komunikasi dengan lebih efektif dan
eflsien.

d.         Pembangunan sarana dan   prasarana penerangan,   komunikasi dan media
massa perlu makin ditingkatkan dengan memperhatikan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi komunikasi sehingga mampu menjangkau dan
menjamin   lancarnya  penyebaran   informasi   secara   luas   serta   dapat
mewujudkan tersedianya wahana komunikasi dan informasi yang andal
serta tersebar makin merata di seluruh pelosok tanah air sesuai dengan
tuntutan   pembangunan.   Pengelolaan   dan   pengembangaa   sarana   dan
prasarana penerangan, komunikasi, dan media massa perlu terus didorong
dan dimantapkan dalam rangka meningkatkan efisiensi pendayagunaan
sumber daya nasional.

e.         Dalam   rangka   peningkatan   peranan   media massa   yang   bebas   dan
bertanggung jawab berdasarkan Pancasila perlu terus diupayakan makin
berkembangnya interaksi positif antara media massa, pemerintah, dan
masyarakat sehingga dapat makin diwujudkan peran serta aktif media
massa dalam  mendukung pembangunan menyebarkan  informasi  yang
objektif dan   edukatif,   melakukan   kontrol   sosial   yang   konsumptif menyalurkan aspirasi rakyat serta memperluas komunikasi dan peran serta
positif masyarakat. Untuk itu kelangsungan hidup media massa yang bebas dan bertanggung jawab dijamin oleh undang-undang.

f.          Upaya penyebarluasan peran media massa, baik cetak maupun elektronik
seperti radio, televisi, film, video, multi media, surat kabar, majalah, dan
kantor berita perlu terus ditingkatkan baik dalam jumlah, kualitas maupun
jangkauannya termasuk media tradisional sehingga makin dapat dicapai
tujuan penyebaran informasi yang lebih efektif sesuai dengan kebhinekaan
masyarakat Indonesia di perkotaan dan perdesaan guna mendukung makin
kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Sejalan dengan itu perlu terus
dikembangkan dan dilindungi kehidupan pers daerah sehingga mampu
berkembang dan berperan secara mandiri dan bertanggung jawab.

g.         Peningkatan peranan    media massa dalam    pembangunan    perlu terus
didukung oleh peningkatan jumlah dan  kualitas  tenaga terdidik  dan
profesional, yang mampu mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan
ilmu pengetahuan  dan teknologi  informasi  komunikasi  sebagai  insan
media massa yang memiliki idealisme, integritas, dan wawasan kebangsaan serta pengetahuan, keahlian, dan ketrampilan dalam pengabdian terhadap profesi disertai peningkatan kesejahteraannya. Lembaga pendidikan dan pelatihan  sumber  daya manusia di  bidang  media massa perlu  terus dikembangkan dan ditingkatkan untuk mengabdi   kepada kepentingan bangsa dan negara.

h.         Pembinaan dan pengembangan film nasional ditingkatkan fungsi dan perannya secara terus menerus baik kualitas maupun kuantitasnya yang dititik beratkan pada kemampuan bersaing dengan menekankan peningkatan film yang berkualitas yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa, terciptanya iklim yang mendukung peningkatan produksi serta perlindungan film nasional.

i.          Peranan penerangan, komunikasi, dan media massa di dalam pergaulan

internasional perlu terus ditingkatkan dalam rangka mengembangkan citra dan pengertian dunia terhadap harkat dan martabat bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila.

j.          Pembangunan aparat dan pelaku penerangan, komunikasi, dan media massa terus ditingkatkan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga terdidik yang profesional, mampu mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahnan dan teknologi, memiliki idealisme, integritas moral, kepribadian, dan semangat kebangsaan, disertai dengan pengembangan dan peningkatan lembaga pendidikan dan pelatihan, serta perlindungan terhadap kegiatan jurnalistik dan perlindungan terhadap masyarakat agar mendapat informasi yang benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

k.         Pembangunan hubungan kemasyarakatan sebagai pengemas dan penyalur informasi terus ditingkatkan untuk menumbuhkan iklim komunikasi dua arah, memantapkan suasana keterbukaan yang bertanggung jawab, dan makin membina citra positif bangsa dan negara baik di dalam maupun di luar negeri. Penataan struktur, wewenang, dan pembinaan sumber daya hubungan kemasyarakatan terus dikembangkan sesuai dengan jati diri bangsa.

l.          Pembangunan periklanan nasional terus ditingkatkan dan dimanfaatkan secara posititf dan kreatif untuk mendinamiskan kegiatan perekonomian masyarakat tentang pembangunan, mengimbangi dan menangkal pengaruh negatif pesan komunikasi pemasaran, meningkatkan kecintaan masyarakat pada produk dalam negeri, dan memantapkan daya saing produk nasional.

 

Berdasarkan ketentuan Pasal 10 huruf b UUPLH yang berbunyi;

“Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup pemerintah berkewajiban: mewujudkan, menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.”

 

serta penjelasannya ;

“Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, bimbingan, serta pendidikan, dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.”

 

pemerintah bertanggung jawab dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran lingkungan masyarakat, karena itu sangat penting untuk menumbuhkan pengertian, penghayatan, dan motivasi untuk  ikut   serta  dalam   mengembangkan lingkungan hidup.

Penanaman pengertian tentang manfaat yang diperoleh dari pengembangan lingkungan hidup dapat disalurkan melalui berbagai jalur pendidikan sebagai berikut:

a.         Pendidikan formal.

Melalui SD, SMTP, SMTA, dan Perguruan Tinggi.

b.         Pendidikan nonformal.

Melalui kursus-kursus dan kegiatan-kegiatan lainnya yang diselenggarakan di luar lembaga-lembaga pendidikan formal.

c.         Pendidikan informal.

Melalui keluarga dan kehidupan sehari-hari dalam masyarakat (Koesnadi., 1988: 195).

Pada pendidikan nonformal perlu diperhatikan penyusunan dari naskah-naskah yang mudah dibaca dan dipahami, dengan mengingat keadaan setempat, penggunaan bahasa daerah dalam penyusunan naskah-naskah tersebut perlu memperoleh perhatian agar langsung mencapai sasaran.

Mengingat kemajemukan masyarakat kita, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pendidikan, adat istiadat, letak geografis dan sebagainya maka cara-cara menanamkan pengertian tersebut harus berbeda-beda pula (Koesnadi, 1988 : 201).

Tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah dalam pendidikan lingkungan hidup adalah :

a.         Memperoleh:

1)  Pengenalan lingkungan hidup pada umumnya (tingkat SD dan SMTP).

2)  Pengenalan  dan   identifikasi    masalah-masalah    lingkungan    hidup (tingkat SMTA).

3)  Peningkatan kemampuan pemecahan masalah lingkungan hidup (tingkat
Perguruan Tinggi).

b.         Membudayakan “concern” terhadap lingkungan hidup yaitu memasukkannya dalam tata nilai bersama (value-clarification dan value-information).

c.         Menggugah kesadaran untuk mau berbuat, baik secara   pribadi maupun secara kelompok masyarakat untuk menanggulangi masalah lingkungan hidup, yang berarti pula meningkatkan ketrampilan mengatur diri dan kelompok masyarakat dalam suatu lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan di bidang lingkungan hidup (Koesnadi, 1988: 202).

Sampai seberapa jauh hubungan komunikasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak, dengan tumbuh dan berkembangnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya dapat kita lihat dari potensi pengaruh komunikasi terhadap berkembangnya wawasan lingkungan.

Pertama, kegiatan pembangunan tidak hanya terbatas pada kegiatan sektor pemerintah saja, meskipun jumlah dana yang dikerahkan bagi pembangunan di sektor pemerintah mungkin sangat tinggi, tetapi pada umumnya terpusat pada kegiatan-kegiatan yang besar yang jumlahnya relatif sedikit. Walaupun kebanyakan berukuran lebih kecil, jumlah kegiatan di sektor swasta jauh lebih banyak dan secara langsung
mungkin melibatkan jumlah orang yang jauh lebih besar, apa lagi kalau termasuk
sektor informal. Sektor swasta ini tidak dapat direncanakan atau dikendalikan
geraknya oleh pemerintah (kecuali perencanaan sektor makro atau sekedar
pengaturan) namun dapat dipengaruhi oleh lintas informasi dan komunikasi dalam masyarakat.

Wawasan lingkungan juga perlu dalam komunikasi mengingat bahwa keseluruhan bagian ekosistem saling berkait dan saling tergantung. Karena itu pertimbangan lingkungan perlu diperhatikan dalam segala jenis kegiatan yang secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi jalannya pembangunan dan keadaan lingkungan hidup. Komunikasi massa dan komunikasi sosial dalam segala bentuk merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan pengaruh seperti itu.

Alasan lain menyangkut pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang masih kurang mengenai sistem lingkungan hidup. Sebagai akibat, perilaku yang mempunyai danpak negatif terhadap lingkungan, termasuk perilaku yang digambarkan dalam komunikasi massa, masih saja banyak diperbuat tanpa disadari, bahkan sering dengan itikad baik. Komunikasi yang berwawasan lingkungan dapat mengurangi perilaku sedemikian, antara lain dengan memberikan interpretasi yang lebih tepat, menghindarkan penonjolan perilaku negatif, atau mendorong perilaku pengganti  yang lebih positif.

Pengaruh atau dampak komunikasi ini dapat terjadi melalui berbagai cara Secara langsung, komunikasi dapat mendorong gaya hidup dan perilaku yang merusak atau tidak tepat lingkungan, atau mengukuhkan kebiasaan yang tidak baik. Secara tidak langsung, nilai-nilai yang tadinya dianggap asing, lama kelamaan dapat diperlakukan sebagai sesuatu yang biasa karena seringnya disajikan secara menguntungkan atau karena tidak mendapat reaksi yang keras. Perilaku yang tadinya dinilai negatif dapat diliput atau disajikan sedemikian rupa oleh media massa sehingga menjadi perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat, bahkan kemudian dianggap pantas ditiru.

Hal ini dapat terjadi karena komunikasi, termasuk komunikasi massa, mempunyai fungsi pembentukan konsensus dan sosialisasi nilai. Gagasan dan kebiasaan yang diliputnya serta interpretasi yang dilontarkannya, diamati, dinilai dan dijadikan rujukan sementara oleh masyarakat. Apabila kemudian tidak mendapat tanggapan atau ternyata mulai diterapkan, orang mengambil kesimpulan bahwa hal baru itu memang baik atau dapat diterima bersama Semakin sering dimunculkan, semakin kuat patokan untuk menerima dan menerapkannya. Proses seperti ini terjadi baik pada penularan gaya yang relatif sepele tetapi mempunyai implikasi agak serius sampai ke inovasi dan gagasan yang mempunyai akibat yang jauh.

Karena lingkungan hidup merupakan hal yang kompleks dan menyangkut aneka ragam segi, dapat terjadi bahwa sesuatu hal yang sepele jika dipandang dari sudut lain dapat merupakan hal yang serius apabila jika dipandang dari segi lingkungan. Hal seperti itu hanya mungkin dicegah jika komunikasi diselenggarakan dengan pemahaman yang cukup luas mengenai potensi dampak lingkungan dari setiap pesan (M. Alwi Dahlan, 1987: 2-3).

Bagian yang tak kurang pentingnya dalam proses menumbuh kembangkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya adalah sosialisasi atau pemasyarakatan penuturan perundang-undangan di bidang lingkungan. Karena untuk tugas mengundangkan suatu peraturan ada pada pemerintaah maka beban untuk mensosialisasikanpun ada pada pemerintah. Namun mengingat bahwa pihak-pihak yang terkait dalam bidang lingkungan sangat luas, maka sudah seharusnya beban memasyarakatkan peraturan juga ada pada pihak-pihak yang berkepentingan seperti perusahaan, media massa, lembaga pemerintah dan lain-lain.

Pada kenyataannya pengetahuan masyarakat terhadap adanya suatu peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan sangat rendah sebab keluarnya suatu peraturan belum diikuti dengan kemasyarakatkannya. Kalaupun itu ada hanya untuk kalangan atau golongan tertentu saja, meskipun tujuannya adalah untuk masyarakat umum.

Dalam publikasi OECD tentang “Public Participation and Environmental Matters” disebutkan bahwa usaha untuk mengikut sertakan masyarakat pada tahap awal dalam proses rencana kebijaksanaan memberikan satu kesempatan untuk menilai kebutuhan dan keinginan masyarakat, menjelaskan unsur-unsnr yang menjadi permasalahan dan mengevaluasi secara menyeluruh terhadap kemungkinan-kemungkinan kebijaksanaan. informasi adalah salah satu syarat untuk mengefektifkan peran serta masyarakat dan pemerintah bertanggung jawab tidak hanya untuk memberikan informasi yang ada mengenai permasalahan lingkungan kepada masyarakat tepat pada waktunya dan bersikap terbuka tetapi juga untuk menjamin bahwa warga negara mampu memberikan tanggapan atau masukan yang konstruktif dan tepat waktu kepada pemerintah. Peran serta masyarakat dapat dilihat dalam arti pentingnya untuk meningkatkan lingkungan sebaik kesadaran politik, untuk menjelaskan pilihan-pilihan yang harus ditentukan dan untuk menemukan kesepakatan sosial terhadap keseimbangan yang harus ditemukan antara pembangunan ekonomi dan kepentingan lingkungan (Koesnadi, 1989: 16).

Media massa pada umumnya sangat memegang peranan penting dalam memasyarakatkan peraturan di bidang lingkungan. Ini dapat kita lihat dari tanggapan
media massa di antaranya meliputi :

  1. Peliputan  khusus   masalah  lingkungan   melalui pemberitaan atau rubrik
    lingkungan sebagaimana terdapat dalam surat kabar dan majalah.
  2. Penunjukan wartawan (reporter) yang khusus  ditugasi meliput masalah
    lingkungan.
  3. Penyelenggaraan lokakarya dan pertemuan  lainnya yang dilaksanakan
    oleh PWI untuk keperluan peningkatan pemahaman wartawan tentang
    masalah lingkungan.

Media massa yang meliput masalah lingkungan tidak hanya berupa media massa cetak., akan tetapi juga media massa elektronik (TV, Radio) sehingga coverage atau liputannya menjadi sangat luas (Koesnadi, 1992: 20-21).

Karena luasnya aspek permasalahan lingkungan sehingga memerlukan pendekatan yang sifatnya menyeluruh tidak hanya oleh pembuat peraturan perundangan, pihak yang terkait dengan peraturan itu tetapi juga masyarakat luas. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat membentuk masyarakat yang tanggap dan berwawasan lingkungan guna menunjang pembangunan nasional.

E.        Metodologi Penelitian

1.         Bahan dan alat pengumpulan data.

Dalam  penelitian ini bahan penelitian diperoleh dari sumber data sebagai
berikut:

a.         Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung dari responden, dengan cara:

1.         Wawancara, yaitu pengumpulan   data dengan   cara

melakukan tanya jawab secara langsung yang ditujukan kepada:

a.         Radio Siaran Swasta.

b.         Masyarakat yang turut menikmati siaran.

2.         Kuesioner adalah  pengumpulan   data dengan   cara                                     mengajukan   daftar pertanyaan secara langsung kepada                             responden.

b.         Sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh melalui:

  1. Dokumen-dokumen     yang     diperoleh     melalui     Kantor  Wilayah Departemen Penerangan DIY.
  2. Literatur dan peraturan perundang-undangan yang   berkaitan   dengan obyek dan masalah penelitian.

 

2.         Penentuan Sampel dan Lokasi Penelitian.

Dengan metode nonprobability sampling yaitu; pemilihan sampel didasarkan atas pengetahuan bahwa radio siaran swasta tersebut memiliki program atau acara yang berkaitan dengan lingkungan.

 

Penelitian dilakukan di:

a.         Radio-radio siaran swasta di Kodya Yogyakarta,

Dalam penelitian ini sampel radio siaran swasta yang dipilih adalah:

  1. Retjo Buntung (FM)
  2. Unisi (FM)
  3. Arma Sebelas (AM)

b.         Masyarakat pendengar siaran.

Dalam penelitian ini masyarakat digolongkan kedalam:

1.         Masyarakat umum yang terdidik

Karena dalam program atau acara yang berkaitan dengan lingkungan yang disiarkan radio swasta membutuhkan tingkat pemahaman mengenai apa yang disampaikan.

2.         Mahasiswa atau pelajar.

Mengingat bahwa Yogyakarta pendengarnya kebanyakan dikenal dari golongan ini.

 

3.         Metode Analisis

a.         Metode deskriptif yaitu cara penelitian  yang  bertujuan untuk memperoleh data tentang hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain, dalam hal ini hubungan program atau mata acara yang berkaitan dengan lingkungan radio siaran    swasta dengan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.

b.         Metode kualitafif yaitu cara, penelitian  yang  dinyatakan responden secara tertulis atau lisan dan juga perilaku yang   nyata   yang   dipelajari sebagai sesuatu yang utuh.

Kedua metode  di  atas   digunakan  karena maksud penelitian  ini  untuk mengetahui secara jelas bagaimana peran serta radio siaran swasta dalam rangka turut menumbuhkan dan mengembangkan tingkat kepedulian masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup di sekitarnya.

………….  dst …

Posted in Komunikasi | Leave a comment

Contoh buku panduan penyusunan skripsi

Panduan penyusunan skripsi klik disini !

BAB I
PETUNJUK UMUM
A. Persyaratatan Tugas Akhir dan Skripsi

Persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat melaksanakan tugas akhir untuk jenjang Diploma 3 atau skripsi untuk jenjang Strata 1 dapat ditanyakan kepada masing-masing jurusan. Persyaratan ini pada dasaranya meliputi jumlah sks dan indeks prestasi yang telah berhasil dicapai oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang telah mengumpulkan jumlah sks yang diperlukan, dapat memenuhi persyaratan indeks prestasi yang telah
ditetapkan jurusan dan berminat menempuh penyelesaian tugas akhir atau skripsi, dapat segera mempersiapkan judul penelitian untuk selanjutnya diusulkan kepada jurusan D3 Manajemen Informatika atau S1 Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta.
B. Pengajuan Usulan Tugas Akhir dan Skripsi

Usulan untuk menempuh tugas akhir atau skripsi diajukan kepada ketua jurusan dengan menyerahkan proposal (usulan) penelitian untuk selanjutnya akan ditentukan dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi oleh jurusan sesuai dengan tema penelitian yang
diajukan. Usulan tugas akhir atau skripsi memuat judul tugas akhir atau skripsi dan ringkasan permasalahan yang akan dipelajari. Khusus untuk program diploma 3, usulan diajukan oleh kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 (empat) orang.
C. Pelaksanaan Tugas Akhir dan Skripsi

Mahasiswa yang melaksanakan tugas akhir atau skripsi diwajibkan melaksanakan kegiatan tersebut secara sungguh-sungguh dibawah bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa wajib melaporkan secara rutin setiap perkembangan dari pelaksanaan tugas akhir atau
skripsi kepada dosen pembimbing. Perpanjangan pelaksanaan tugas akhir atau skripsi melebihi dua semester hanya dapat dipertimbangkan apabila mahasiswa yang bersangkutan sudah menunjukkan kemajuan yang berarti.

….. dst ….

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS SETIAP AKHIR PERTEMUAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Konsep mengenai pendidikan yang dikembangkan saat ini, merupakan rangkaian upaya manusia Indonesia untuk meningkatkan sumber daya yang akhir-akhir ini santer diperbincangkan sehubungan dengan peningkatan sumber daya manusia pembangunan.

Pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran yang diterapkan di seluruh tanah air, sudah tentu tidak terlepas tuntutan zaman dan kebutuhan pendidikan yang cenderung melibatkan seluruh strata sistem kemasyarakatan dalam suatu proses interaksi dan komunikasi yang berimbang sebagai penjabaran operasional fungsi dan strategi bagi dunia pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Rumusan mengenai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran senantiasa mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional serta telah ditetepkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara Republik Indonesia dengan ketetapan MPR Nomor II/ MPR/1993, bidang pendidikan bahwa “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cita tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi masa depan”.

Untuk merealisasikan kerangka dasar pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas, tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak, dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu, tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata.

Kiranya perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar, akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif. Dalam prestasi yang demikian itu, maka kita dapat memahami bahwa aspek nilai yang ditransfer dalam dunia pendidikan dan pengajaran harus selalu terkait dengan unsur pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diproyeksikan melalui kurikulum dan silabus pengajaran, untuk selanjutnya dioperasionalisasikan melalui kegiatan pengajaran. Diukur dengan menggunakan instrumen test yang tepat.

Kenyataan empiris proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa penerapan pola pendidikan dan pengajaran yang tepat, tampaknya masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari tenaga pengajar. Sehingga proses pengajaran cenderung tidak relevan dengan pola pendekatan atau metode pengajaran yang digunakan. Hal ini menyebabkan sisi kualitas pengajaran yang diharapkan kurang terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat efektivitas suatu pendekatan dan metode pengajaran proses belajar mengajar yang dilakukan dapat berhasil guna dan memudahkan bagi siswa dalam memahami   suatu disiplin ilmu atau mata pelajaran diterimanya.

Berdasarkan dari pemikiran di atas, penulis dengan segenap kemampuan untuk mencoba melakukan suatu penelitian sekitar penggunaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA yang oleh penulis diduga meningkatkan hasil belajar siswa.

B. Rumusan Masalah

Adapun masalah pokok dalam penelitian ini yang didasarkan pada latar belakangnya di atas adalah :

  1. Bagaimana efektifitas metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa kelas V  SD Inpres Buttatianang  I Makassar.
  2. Bagaimana pengaruh pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V  SD Inpres Buttatianang  I Makassar
  3. Faktor-faktor apa yang dapat menghambat pemahaman siswa kelas V pada SD Inpres Buttatianang  I Makassar terhadap mata pelajaran IPA.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian difokuskan pada pembahasan untuk mengetahui :

  1. Efektifitas dari pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa kelas V SD Inpres Buttatianang  I Makassar.
  2. Pengaruh dari pelaksanaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Buttatianang  I Makassar
  3. Faktor-faktor yang dapat menghambat pemahaman siswa kelas V SD Inpres Buttatianang  I Makassar terhadap mata pelajaran IPA.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan terhadap hasil penelitian ini adalah :

  1. Sebagai informasi bagi para tenaga pengajar IPA khususnya dan tenaga pengajar umumnya tentang bagaimana efektifitas metode penggunaan metode pemberian tugas.
  2. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran.
  3. Sebagai bahan informasi yang nyata bagi guru terhadap kondisi pengajaran dengan metode pemberian tugas bagi siswa kelas V SD Inpres Buttatianang  I Makassar.

E. Hipotesis

Berdasar dari uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya, maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Buttatianang  I Makassar dapat memberikan atau meningkatkan prestasi belajar IPA siswa (efektif).

…..

materi Aseli dapat di download atau dalam keping dvd ….

Posted in Pendidikan, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia | Leave a comment

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT INVESTASI PADA BANK UMUM

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1         Latar Belakang Masalah

Pelaksanaan program pembangunan nasional selama ini tetap bertumpu pada Trilogi pembangunan, yaitu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Untuk itu Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berperan aktif dalam mendukung terciptanya iklim berusaha yang kondusif terhadap peningkatan investasi, melalui pengendalian laju inflasi, nilai tukar rupiah yang realistis, kondisi neraca pembayaran yang mantap serta berupaya mempengaruhi perkembangan suku bunga dalam batas-batas yang wajar agar mendorong kegiatan investasi yang efisien.

Dalam suatu pembangunan sudah pasti diharapkan terjadinya pertumbuhan. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan sarana dan prasarana, terutama dukungan dana yang memadai. Disinilah perbankan mempunyai peran yang cukup penting karena sesuai dengan fungsinya perbankan Indonesia adalah penghimpun dan penyalur dana dalam masyarakat sedangkan tujuannya adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

Dalam sistem perekonomian sekarang ini, perbankan memang bukan merupakan satu-satunya sumber permodalan utama bagi investasi nasional. Tetapi bagi Indonesia, perbankan merupakan sumber permodalan utama dan peranan itu masih relatif besar dan diandalkan dibandingkan dengan pasar modal dan sumber-sumber permodalan lainnya. Bagi bank umum, kredit merupakan sumber utama penghasilan, sekaligus sumber resiko operasi bisnis terbesar. Sebagian dana operasional bank diputarkan dalam kredit, maka kredit akan mempunyai suatu kedudukan yang istimewa. Dan dapat dianggap “Kredit” sebagai salah satu sumber dana yang penting dari setiap jenis kegiatan usaha dan dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup. ( Siswanto Sutojo, 1995, 15 )

Pada dasarnya kredit hanya satu macam saja bila dilihat dari pengertian yang terkandung didalamnya. Akan tetapi untuk memperbedakannya kredit menurut faktor-faktor dan unsur-unsur yang ada dalam pengertian kredit, maka diadakanlah pembedaan-pembedaan kredit yang dapat kita bagi berdasarkan: jenis penggunaan, keperluan kredit, jangka waktu kredit, cara pemakaian, dan jaminan. Dalam hal ini kredit investasi yang sebagai bahasan, kredit ini termasuk kredit berdasarkan jenis penggunaan. Selain kredit investasi yang termasuk kredit menurut jenis penggunaan adalah kredit modal kerja dan kredit konsumsi. Kredit investasi diberikan oleh bank dengan tujuan membantu para investor untuk mendanai pembangunan proyek baru atau perluasan proyek yang sudah ada. Sedangkan kredit modal kerja diberikan oleh bank kepada debiturnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerjanya. Sementara itu kredit konsumsi dipergunakan untuk membiayai operasi bisnis, debitur perorangan menarik kredit untuk membiyai kebutuhan barang dan jasa konsumtif. Berdasarkan penjelasan di atas, kredit investasi merupakan sebagian dari seluruh sumber dana pembangunan dan pengoperasian proyek, dengan kata lain kredit investasi adalah salah satu jenis kredit yang memegang peranan penting dalam perekonomian kita. Itulah salah satu alasan kenapa kredit investasi patut dijadikan proyek penelitian.

 

TABEL 1.1

Perkembangan Kredit Investasi Pada Bank Umum

Propinsi DIY Tahun 1990-2004

(juta rupiah)

 

Tahun

Kredit investasi

Perkembangan

kredit investasi

1990

1991

1992

1993

1994

1995

1996

1997

1998

1999

2000

2001

2002

2003

2004

153.793

169.636

199.661

231.107

261.228

235.820

327.432

460.442

493.387

220.576

205.734

324.750

434.995

656.046

714.718

-

15.843

30.025

31.446

30.121

-25.408

91.612

133.010

32.945

-272.811

-14.842

119.016

110.245

221.051

58.672

 

                         Sumber : Bank Indonesia, Yogyakarta

 

 

 

Pada tabel 1.1 dapat dilihat bahwa perkembangan kredit investasi pada bank umum di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 1990 sampai tahun 2004 terus mengalami peningkatan namun sempat mengalami penurunan pada tahun 1995, 1999 dan 2000. Perkembangan kredit investasi tertinggi terjadi pada tahun 2003 yaitu sebesar 221.051 juta rupiah, sebelumnya juga terjadi kenaikan yang cukup tinggi pada tahun 1997, yaitu sebesar 133.010 juta rupiah. Penurunan perkembangan kredit investasi pada bank umum di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang paling besar terjadi pada tahun 1999 yang mencapai sebesar 272.811 juta rupiah, akibat dari krisis moneter yang melanda perekonomian Indonesia.

Perkembangan terhadap kredit investasi pada bank umum di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan perkembangan kredit investasi dari 5 kabupaten yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kodya Yogyakarta. Sumbangan terbesar terhadap kredit investasi pada bank umum di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta disumbangkan oleh Kodya Yogyakarta yang kemudian diikuti oleh Kabupaten Sleman.

 

                  

 

 

 

 

 

 

TABEL 1.2

Perkembangan Kredit Investasi Pada Bank Umum

Di Kabupaten Sleman Tahun 1990-2004

(juta rupiah)

 

Tahun

Kredit investasi

Perkembangan

kredit investasi

1990

1991

1992

1993

1994

1995

1996

1997

1998

1999

2000

2001

2002

2003

2004

50.053

79.270

94.100

65.749

70.797

71.382

80.193

127.597

86.889

29.363

45.965

150.540

142.125

176.708

224.511

-

29.217

14.830

-28.351

5.048

585

8.811

47.404

-40.708

-57.526

16.602

104.575

-8.415

34.583

47.803

 

 Sumber : Bank Indonesia, Yogyakarta

 

 

Dapat dilihat pada tabel 1.2 perkembangan kredit investasi pada bank umum di Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan namum sempat mengalami penurunan pada tahun 1993, 1998, 1999 dan 2004, akan tetapi penurunan cukup besar terjadi pada tahun 1998 sampai 1999 akibat pengaruh krisis moneter. Bagi bank umum bila sukses dalam kegiatan bisnis kredit ini maka akan berhasil pula operasi bisnis mereka. Sebaliknya, bila mereka terjerat dalam banyak kredit bermasalah dan atau macet (baik jumlah debitur maupun nilai pinjaman), mereka akan mengadapi kesulitan besar. Seperti yang telah kita ketahui bahwa tejadinya krisis moneter menyebabkan makin banyaknya kredit bermasalah yang pada akhirnya mengakibatkan kehancuran pada Perbankan Indonesia, oleh karena itu kepercayaan masyarakat pada perbankan drastis mengalami penurunan. Dengan adanya pemasalahan ini maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang permintaan kredit investasi dan fakor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Sleman dengan Judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Investasi Pada Bank Umum di Kabupaten Sleman (kurun waktu 1989 – 2004)”.

 

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka dapatlah dirumuskan permasalahan yaitu :

  1. Apakah PDRB berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi bank umum di Kabupaten Sleman.
  2. Apakah suku bunga kredit investasi berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi bank umum di Kabupaten Sleman.
  3. Apakah laju inflasi berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi bank umum di Kabupaten Sleman.

 

 

1.3    Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel PDRB, suku bunga kredit investasi, dan laju inflasi terhadap permintaan kredit investasi bank umum di Kabupaten Sleman.

 

1.4    Manfaat Penelitian

1.   Memberikan gambaran bagaimana permintaan kredit khususnya kredit investasi pada ruang lingkup kabupaten.

  1. Sebagai bahan informasi bagi pembaca yang ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit investasi.
  2. Sebagi tambahan informasi untuk penelitian-penelitian lebih lanjut.
  3. Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana ekonomi pada jurusan Ekonomi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.

 

1.5       Sistematika Penulisan

 

BAB. I       PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

 

 

 

BAB. II     TINJAUAN UMUM SUBYEK PENELITIAN

Bab ini berisi tentang perkembangan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk analisis perbankannya dan perkembangan perekonomian di Kabupaten Sleman dan juga perkembangan kredit bank umumnya.

 

BAB. III    KAJIAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang hasil-hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

 

BAB. IV    LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Bab ini berisi tentang teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang di teliti, terutama teori mengenai kredit investasi dan teori-teori yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit investasi beserta hipotesisnya.

 

BAB. V     METODE PENELITIAN

Bab ini menguraikan tentang metode analisis yang digunakan dalam penelitian dan data-data yang digunakan beserta sumber data.

 

 

BAB. VI    ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi tentang analisa deskriptif, analisa hasil regresi, pengujian variabel-variabel, juga pengujian asumsi klasik. Untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi dan disertai dengan pembahasannya.

BAB. VII  KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

Bab ini berisikan tentang kesimpulan dari hasil-hasil perhitungan beserta implikasinya.

 

DAFTAR  PUSTAKA

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN UMUM OBYEK PENELITIAN

 

2.1 Pertumbuhan Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta

Secara nasional, perbaikan ekonomi pasca krisis sudah nampak beberapa tahun terakhir, meskipun masih diwarnai kondisi politik yang belum kondusif. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah dibidang ekonomi memberikan tanda ke arah perbaikan ekonomi yang lebih baik

Sama halnya dengan kondisi ekonomi nasional, kinerja ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta  tahun 2003 juga mengalami peningkatan. Secara keseluruhan tahun 2003 mengalami peningkatan (tumbuh positif). Pada tabel 2.1 menjelaskan perkembangan PDRB Daerah Istimewa Yogyakarta atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan 1993 dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2003. PDRB atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun terus meningkat, 9.863.894 juta rupiah di tahun 1998 dan tahun 2003 menjadi sebesar 18.838.843 juta rupiah atau meningkat 90,99 persen dari tahun 1998 sampai tahun 2003. Sedang atas dasar harga konstan 1993, jumlah PDRB 4.777.199 juta rupiah di tahun 1998 dan tahun 2003 sebesar 5.615.557 juta rupiah atau meningkat sebesar 17,55 persen dari tahun 1998 sampai tahun 2003.

 

 

 

 

 

 

 

TABEL 2.1

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 1993

di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1998-2003

(Juta Rupiah)

 

Tahun

Atas dasar harga Berlaku

Atas Dasar Harga Konstan

1998

1999

2000

2001

2002

2003

9.863.894

11.762.983

13.093.980

14.576.885

16.712.889

18.838.843

4.777.199

4.824.446

5.017.709

5.186.666

5.395.052

5.615.557

Sumber : Pendapatan Regional DIY 2003 (BPS)

 

Laju  pertumbuhan seluruh sektor ekonomi  PDRB menurut harga konstan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1999-2003 dapat dilihat pada tabel 2.2. Tahun 1999 hampir semua sektor mengalami laju pertumbuhan positif kecuali sektor pertanian, yaitu sebesar -5.82 persen. Pada tahun 2000 sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang paling besar, yaitu sebesar 9.27 persen, atau mengalami kenaikan sebesar 15.09 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian diikuti sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9.31 persen. Sedangkan sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan mengalami laju pertumbuhan negatif, yaitu sebesar -2.76 persen dan -1.24 persen.

 

 

 

 

 

TABEL 2.2

Pertumbuhan PDRB Daerah Istimewa Yogyakarta Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha

Tahun 1999-2003 (%)

 

Lapangan Usaha

1999

2000

2001

2002

2003

Pertanian

-5.82

9.27

-1.62

-2.45

4.63

Pertambangan dan Penggalian

0.37

0.13

0.59

0.17

0.93

Industri Pengolahan

3.32

-2.76

1.97

3.82

2.32

Listrik, Gas dan Air Bersih

11.08

7.30

2.25

3.80

5.42

Bangunan

3.11

4.39

2.79

9.38

9.35

Perdagangan, Hotel dan Restoran

2.42

3.87

6.95

2.32

5.42

Pengangkutan dan Komunikasi

2.09

9.31

9.41

4.78

2.28

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

0.67

-1.24

3.49

10.00

4.74

Jasa-jasa

2.26

2.60

1.52

4.04

1.40

Jumlah

0.98

3.85

3.26

3.86

3.93

Sumber : Pendapatan Regional DIY 2003 (BPS)

 

Pada tahun 2003, sektor bangunan mengalami pertumbuhan yang paling besar dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya, yaitu sebesar 9,35 persen. Kenaikan sektor bangunan diakibatkan terkait langsung oleh kenaikan sektor listrik, gas, dan air bersih  dan sektor perdagangan, hotel dan restoran, yang sama-sama mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 5.42 persen. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor dengan pertumbuhan terendah yaitu sebesar 0,93 persen.

2.2    Perkembangan Suku Bunga pada Bank Umum

            Perkembangan dan perbedaan besarnya suku bunga kredit investasi pada bank umum di Kabupaten Sleman mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat pada tabel 2.3 dibawah ini :

 

TABEL 2.3

Perkembangan Suku Bunga Kredit Investasi

Pada Bank Umum Di Kabupaten Sleman

Tahun 1990-2002 (%)

Tahun

Suku Bunga

1990

18.95

1991

20.87

1992

19.21

1993

17.06

1994

14.95

1995

15.75

1996

16.42

1997

17.34

1998

18.16

1999

24.93

2000

16.59

2001

12.90

2002

17.82

                            Sumber : Bank Indonesia, Yogyakarta

 

 

Pada tabel 2.3 menjelaskan bahwa perkembangan suku bunga kredit investasi pada bank umum dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2002 banyak mengalami perubahan. Perkembangan suku bunga tertinggi terjadi pada tahun 1999 yaitu sebesar 24.93 persen kemudian penurunan nilai suku bunga terbesar terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar 12.90 persen, hal tersebut terjadi karena keadaan perekonomian di kabupaten Sleman sedang mengalami perbaikan menuju keadaan ekonomi yang lebih baik dan kembali normal. Sehingga dengan turunnya suku bunga kredit investasi maka diharapkan akan menaikkan permintaan kredit investasi pada bank di Kabupaten Sleman.

 

2.3 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sleman

Kabupaten Sleman merupakan salah satu dari 5 Kabupaten yang berada di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Sleman berketinggian antara 100-2500 meter dari permukaan air laut. Kabupaten Sleman terdiri dari 17 kecamatan, 86 desa, dan 1.212 dusun. Kabupaten Sleman memiliki 2 wilayah, wilayah di bagian selatan merupakan dataran rendah yang subur, sedang di bagian utara sebagian besar merupakan tanah kering yang berupa ladang dan pekarangan, serta memiliki permukaan yang agak miring ke selatan dengan batas paling utara adalah Gunung Merapi. Di lereng selatan Gunung Merapi terdapat dua buah bukit, yaitu Bukit Turgo dan Bukit Plawanhan yang merupakan bagian dari Kawasan Wisata Kaliurang. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah, bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Sebagian wilayah Kabupaten Sleman kini berkembang menjadi sentra-sentra industri yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

TABEL 2.4

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sleman

Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 1993

Tahun 1999-2003 (Juta Rupiah)

 

Lapangan Usaha

1999

2000

2001

2002

2003

Pertanian

187.815

205.817

212.155

221.300

219.337

Pertambangan dan Penggalian

6.059

6.337

6.583

9.245

10.002

Industri Pengolahan

223.125

234.455

242.053

260.254

276.025

Listrik, Gas dan Air Bersih

9.902

10.360

10.562

14.046

15.744

Bangunan

147.482

150.620

154.596

161.748

177.583

Perdagangan, Hotel dan Restoran

255.535

265.711

278.091

287.238

302.427

Pengangkutan dan Komunikasi

151.753

156.013

162.129

170.603

180.080

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

175.675

168.151

179.479

188.969

197.252

Jasa-jasa

247.312

253.308

261.721

265.463

275.861

Jumlah

1.404.658

1.450.772

1.507.369

1.578.866

1.654.311

Sumber: Pendapatan Regional Kabupaten Sleman (BPS DIY)

 

Pada Tabel 2.4 menjelaskan bahwa sampai dengan tahun 2003 sektor perdagangan, hotel, dan restoran di Kabupaten Sleman masih merupakan sektor yang memberikan sumbangan terbesar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Sleman yaitu sebesar 302.427 juta rupiah, kemudian diikuti oleh sektor industri pengolahan sebesar 276.025 juta rupiah dan sektor jasa-jasa sebesar 275.861 juta rupiah. Sumbangan terkecil terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Sleman terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, yaitu sebesar 10.002 juta rupiah. Jumlah PDRB Kabupaten Sleman dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2003 terus meningkat, dari 1.404.658 juta rupiah pada tahun 1999 menjadi 1.654.311 juta rupiah pada tahun 2003.

Laju pertumbuhan seluruh sektor ekonomi pada tahun 1999 – 2003 di Kabupaten Sleman dapat kita lihat pada tabel 2.5 di bawah ini :

 

TABEL 2.5

Pertumbuhan Sektor Ekonomi di Kabupaten Sleman

Tahun 1999-2003 (%)

Sektor

1999

2000

2001

2002

2003

Pertanian

3.90

8.75

2.99

4.13

-0.89

Pertambangan dan Penggalian

3.19

4.39

3.74

28.79

7.57

Industri Pengolahan

1.21

4.83

3.14

6.99

5.71

Listrik, Gas dan Air Bersih

1.56

4.42

1.91

24.80

10.79

Bangunan

2.27

2.08

2.57

4.42

8.92

Perdagangan, Hotel dan Restoran

2.02

3.83

4.45

3.18

5.02

Pengangkutan dan Komunikasi

0.87

2.73

3.77

4.97

5.26

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

1.35

-4.47

6.31

5.02

4.20

Jasa-jasa

1.97

2.37

3.21

1.41

3.77

PDRB Total

1.95

3.18

3.75

4.53

4.56

Sumber : Badan Pusat Statistik DIY

 

Pada tahun 1999 laju pertumbuhan ekonomi meningkat pada semua sektor. Tahun berikutnya menunjukkan adanya  penurunan pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 4,47 persen. Tahun 2001, 2002 dan 2003 seluruh sektor ekonomi berhasil bangkit dengan laju pertumbuhan positif, kecuali sektor pertanian tahun 2003 mengalami penurunan sebesar 0,89 persen. Pada tahun 2003 sektor bangunan mengalami pertumbuhan yang paling besar dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya, yaitu sebesar 8.92 persen. Diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa sebesar 5.02 persen dan 3.77 persen. Sedangkan sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan relatif kecil dibandingkan tahun 2002 adalah sektor pertambangan dan penggalian, yaitu sebesar 7.57 persen dan sektor listrik, gas dan air bersih yaitu sebesar 10.79 persen.

 

2.4 Perkembangan Kredit pada Bank Umum

Dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh perbankan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang potensial di daerah ini. Apalagi Kabupaten Sleman mempunyai banyak peluang untuk investasi misalnya pembangunan pengembangan infrastruktur, pengembangan industri berbasis lokal beserta kawasan industrinya, pariwisata dan lain-lain. Pada tabel 2.6 di bawah ini dapat kita lihat perkembangan kredit di kabupaten Sleman dari tahun 1999 sampai dengan 2004. Jumlah kredit adalah gabungan dari kredit investasi, modal kerja dan konsumsi dari Bank Umum.

 

 

 

 

TABEL  2.6

Perkembangan Kredit pada Bank Umum

Kabupaten Sleman Tahun 1999-2004

(Juta Rupiah)

 

Tahun

Modal Kerja

Investasi

Konsumsi

Jumlah

1999

123.516

29.363

65.276

218.155

2000

112.572

45.965

118.281

276.818

2001

151.350

150.540

192.007

493.897

2002

230.251

142.125

322.132

694.508

2003

320.980

176.708

429.591

927.279

2004

541.500

224.511

678.037

1.444.048

                  Sumber : Bank Indonesia, Yogyakarta

 

Kredit yang disalurkan dari Bank Umum dari tahun 1999 hingga tahun 2004 terus meningkat. Dari 218.155 juta rupiah pada tahun 1999 menjadi 1.444.048 juta rupiah pada tahun 2004. Peningkatan ini terjadi karena semua sektor kredit pada Bank Umum mengalami peningkatan. Pada kredit modal kerja mengalami peningkatan sebesar 417.984 juta rupiah. Peningkatan kredit juga terjadi pada sektor investasi sebesar 195.148 juta rupiah.  Peningkatan kredit pada Bank Umum paling besar terjadi pada sektor konsumsi yaitu sebesar 612.761 juta rupiah.

 

2.5 Laju Inflasi di Kabupaten Sleman

Laju pertumbuhan inflasi di Kabupaten Sleman pada tahun 1990-2000 dapat kita lihat pada tabel 2.7 di bawah ini :

TABEL  2.7

Laju Inflasi di Kabupaten Sleman

Tahun 1990-2000 (%)

Tahun

Inflasi

1990

5.73

1991

4.38

1992

8.78

1993

5.01

1994

8.55

1995

9.64

1996

7.05

1997

5.38

1998

65.46

1999

22.51

2000

7.32

Sumber : Badan Pusat Statistik, Yogyakarta

 

Pada Tabel 2.7 menjelaskan bahwa pertumbuhan laju inflasi dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Pada tahun 1990 laju inflasi berada pada posisi 5.73 persen kemudian turun sebesar 4.38 persen pada tahun 1991. Akan tetapi, pada tahun 1998, pertumbuhan laju inflasi mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 65.46 persen. Hal ini terjadi karena adanya krisis moneter yang melanda negara kita pada tahun 1997 yang menyebabkan harga barang-barang naik relatif cepat dan cukup tinggi. Kemudian pada tahun berikutnya laju inflasi mengalami penurunan, yaitu sebesar 22.51 persen pada tahun 1999 dan 7.32 persen pada tahun 2000.

 

BAB III

KAJIAN PUSTAKA

 

Ada beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya tentang masalah kredit investasi, penelitian pertama dilakukan oleh Nazula Elva Nuriyana, tentang “Analisis Kritis Kebijakan 1 Juni 1983 Terhadap Permintaan Kredit Investasi Bank-bank Umum pemerintah (Bank Persero) pada sektor ekonomi”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tahun 1981-1997. Menggunakan kredit investasi sebagai variabel dependen dan variabel independennya adalah suku bunga kredit, PDB atas dasar harga konstan, variabel dummy (paket Juni 1983 tentang penghapusan pagu kredit). Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat bunga kredit, PDB, Pakjun 1983 mempunyai pengaruh terhadap kredit investasi bank persero di Indonesia selama kurun waktu 1981-1997. Dari penelitian tersebut diambil kesimpulan bahwa  PDB  dan tingkat suku bunga kredit investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan kredit investasi bank-bank pemerintah pada sektor ekonomi. Naiknya PDB berarti akan menaikkan permintaan kredit investasi pada bank pemerintah. Sedangkan untuk tingkat suku bunga kredit investasi berpengaruh positif dan signifikan ini tidak sesuai dengan hipotesa yang disusun oleh peneliti yang menyatakan bahwa suku bunga kredit investasi berpengaruh negatif dan signifikan. Kesimpulan menyatakan bahwa permintaan kredit terus meningkat ketika suku bunga tinggi. Peneliti disini memberikan alasan yaitu karena investor pada saat itu menganggap bahwa tingkat suku bunga investasi masih tergolong rendah, sehingga investor masih berani untuk mengambil kredit. Bagi para debitur naiknya tingkat suku bunga kredit investasi ternyata tidak menurunkan minat para debitur untuk mengambil kredit investasi, karena dengan harapan yaitu tingkat keuntungan yang akan diterima investor masih lebih besar dibandingkan dengan naiknya tingkat bunga yang berlaku.

Variabel dummy yaitu pakjun 1983 mempunyai hubungan yang signifikan secara stastistik dan positif antara sebelum dan sesudah peket kebijaksanaan 1 Juni 1983 terhadap kredit investasi bank-bank pemerintah pada sektor ekonomi. Hal ini menggambarkan bahwa setelah adanya pakjun 1983 kebijakan ini mampu mempengaruhi dan meningkatkan kredit investasi bank-bank pemerintah pada sektor ekonomi.

Penelitian kedua dilakukan oleh Cekyan Effendi dalam skripsinya yang yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kredit Investasi Bank-bank Swasta Nasional Pada Sektor Pertanian”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi sebanyak 18 tahun, dari tahun 1980 sampai 1997. Variabel dependennya adalah kredit investasi, sedangkan variabel independennya adalah suku bunga kredit investasi, PDB, laju inflasi dan variabel dummy (Pakjan 1990). Dari penelitian tersebut diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Bahwa suku bunga kredit investasi berpengaruh negatif dan signifikan, artinya setiap kenaikan tingkat suku bunga akan menurunkan permintaan kredit investasi.
  2. Bahwa PDB berpengaruh secara positif dan signifikan, artinya kenaikan PDB akan menaikkan kredit investasi.
  1. Bahwa laju inflasi berpengaruh secara negatif dan signifikan artinya jika inflasi tinggi akan menurunkan permintaan kredit investasi.
  2. Bahwa ada pengaruh yang signifikan dan positif antara pakjan 1990 dengan kredit investasi, artinya dengan adanya pakjan 1990 permintaan kredit investasi naik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

LANDASAN TEORI

 

4.1  Definisi dan Kegiatan Usaha Bank Umum

Bank umum didefinisikan oleh Undang-Undang No.10 Tahun 1998 sebagai bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu-lintas pembayaran. Sedangkan kegiatan-kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum menurut UU No.10 Tahun 1998 pasal 6 yaitu:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu.
  2. Memberikan kredit.
  3. Menerbitkan surat pengakuan hutang.
  4. Membeli, menjual, atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya:
  1. Surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud.
  2. Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud.

 

  1. Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah.
  2. Sertifikat Bank Indonesia.
  3. Obligasi.
  4. Surat dagang berjangka-waktu sampai dengan 1 (satu) tahun.
  5. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan 1 tahun.
  1. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah (transfer).
  2. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari atau meminjamkan dana kepada pihak lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel, cek, atau sarana lainnya.
  3. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga.
  4. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga (Safe Deposit Box).
  5. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
  6. Melakukan penempatan dana dari nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
  7. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit, dan kegiatan wali amanat.
  8. Menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  9. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang dan peraturan perundangan lain yang berlaku.

 

4.2 Pengertian Kredit

Pengertian kredit itu sendiri mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai dari arti “kredit” yang berasal dari bahasa Yunani “credere” yang berarti “kepercayaan” karena itu dasar kredit adalah kepercayaan. Dengan demikian seseorang memperoleh kredit pada dasarnya adalah memperoleh kepercayaan. Kredit dalam bahasa latin adalah “creditum” yang berarti kepercayaan akan kebenaran, dalam praktek sehari-hari pengertian ini selanjutnya berkembang lebih luas lagi antara lain: ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 9 )

  1. Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan ditangguhkan pada suatu jangka waktu yang disepakati.
  2. Sedangkan pengertian yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia, yaitu menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1998 dalam pasal 1; kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

 

4.2.1 Kredit Investasi

Kredit Investasi adalah kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk melakukan investasi atau penanaman modal. Yang dimaksud di sini adalah untuk pembelian barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi atau modernisasi maupun ekspansi proyek yang sudah ada atau pendirian proyek baru, pembangunan pabrik, pembelian mesin-mesin yang semuanya itu ditujukan untuk meningkatkan produktifitas.(Teguh Pudjo Muljono, 1989, 29)

 

4.2.2 Ketentuan-ketentuan Pokok Kredit investasi

Ketentuan-ketentuan pokok mengenai kredit investasi selalu disesuaikan dengan program pemerintah untuk mendorong kegiatan usaha dengan kesempatan kerja yang besar atau usaha padat tenaga. Ketentuan-ketentuan tersebut antara lain: ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 29-31 )

1. Jangka Waktu Kredit

Jangka waktu kredit investasi didasarkan pada kemampuan membayar kembali proyek yang dibiayainya sebagaimana tercermin dari proyeksi arus dana yang bersangkutan. Untuk bank-bank umum pemerintah jangka waktu tersebut lamanya 10 tahun, termasuk masa tenggang waktu 4 tahun.

Jangka waktu kredit investasi dihitung sejak tanggal akad kredit ditandatangani oleh bank pelaksana dan nasabah.

2. Golongan Kredit Investasi

Kredit investasi dibagi dalam 4 (empat) golongan yaitu:

Golongan Jumlah Kredit
I                           s.dII                          di atas

s.d

III                        Di atas

s.d

IV                        Di atas

Rp.   75.000.000,00Rp.   75.000.000,00

Rp. 200.000.000,00

Rp. 200.000.000,00

Rp. 500.000.000,00

Rp. 500.000.000,00

 

3. Pembiayaan Sendiri

Setiap pemohon kredit investasi harus membiayai sebagian dari biaya investasi dengan pembiayaan sendiri sebagai berikut:

Golongan

Pembiayaan sendiri pemohon kredit terhadap

Biaya investasi sekurang-kurangnya

Jumlah kredit investasi terhadap biaya investasi setinggi-tingginya

Prioritass.d III

IV

Nonprioritas

I s.d IV

25%

35%

50%

75%

65%

50%

 

 

4. Suku Bunga Kredit Investasi

Suku bunga kredit investasi ditetapkan sebagai berikut:

Golongan Suku Bunga
III

III & IV

10,5% setahun12,0% setahun

13,5% setahun

 

Bunga kredit investasi diperhitungkan setiap triwulan secara tunggal (tidak bunga-berbunga) dalam triwulan dan dibayar pada akhir triwulan yang bersangkutan. Apabila dalam masa tenggang ditetapkan penangguhan pembayaran bunga, maka bunga yang timbul selama masa tenggang tersebut dikapitalisasi atau ditambahkan ke dalam hutang pokok.

Untuk kelambatan atau tunggakan pembayaran bunga maupun angsuran dikenakan pinalti sebesar 3% setahun dari jumlah yang tertunggak di samping suku bunga yang berlaku.

5. Jaminan

Jaminan kredit investasi terdiri dari jaminan pokok dan jaminan tambahan. Besarnya jaminan tambahan bagi kredit bukan kredit kelayakan dan bukan kredit KEPPRES 14-A ditetapkan oleh bank yang bersangkutan. Adapun tentang kelayakan dan kredit KEPPRES 14-A sepanjang nasabah yang bersangkutan memiliki jaminan tambahan, pengikatan jaminan tesebut tidak boleh melebihi 50% dari plafon atau pagu kredit. Dalam hal proyek menurut penelitian bank yang bersangkutan layak dibiayai tetapi nasabah tidak dapat menyediakan jaminan tambahan, maka jaminan tersebut tetap  dapat dibiayai dengan kredit investasi. Mengenai jaminan pokok, adalah proyek atau usaha yang dibiayai dengan kredit investasi.

 

4.3 Unsur-unsur kredit

Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas kepercayaan, sehingga dengan demikian pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan. Ini berarti bahwa suatu lembaga kredit baru akan memberikan kredit jika ia betul-betul yakin bahwa si penerima kredit akan mengembalikan pinjaman yang diterimanya sesuai dengan jangka waktu dan syarat-syarat yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Tanpa keyakinan tersebut, suatu lembaga kredit tidak akan meneruskan simpanan masyarakat yang diterimanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur yang terdapat dalam kredit adalah: (Thomas Suyatno dkk,1995, 14)

  1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikannya baik dalam bentuk uang, barang, atau jasa akan benar-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
  2. 2.      Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang. Dalam unsur waktu ini, terkandung pengertian nilai agio dari uang yang ada sekarang lebih tinggi nilainya dari uang yang akan datang.
  3. 3.      Degree of risk, yaitu suatu tingkat resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontrasepsi yang akan diterimanya kemudian hari. Semakin lama kredit diberikan semakin tinggi pula tingkat resikonya, karena sejauh kemampuan manusia untuk menerobos hari depan itu, maka selalu terdapat unsur resiko inilah maka timbullah jaminan dalam pemberian kredit.
  4. 4.      Prestasi, atau objek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga dapat bentuk barang dan jasa. Namun karena kehidupan modern sekarang ini didasarkan kepada uang, maka transaksi-transaksi kredit yang menyangkut uanglah yang sering kita jumpai dalam praktek perkreditan.

 

4.4 Manfaat Perkreditan

Ada berbagai pihak yang berkepentingan secara langsung dan secara tidak langsung terhadap fasilitas perkreditan yang dipasarkan oleh bank. Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan langsung sudah tentu pihak bank dan calon debitur itu sendiri, karena kedua belah pihak inilah yang pertama-tama akan menerima manfaat dari perkreditan itu secara langsung. Sedangkan pihak pemerintah dalam hal ini penguasa moneter dan masyarakat luas juga akan menerima atau merasakan manfaat perkreditan itu secara tidak langsung. Atas dasar pemikiran ini maka manfaat perkreditan itu sendiri akan dapat ditinjau dari masing-masing pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkreditan itu sendiri. ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 53 )

 

4.4.1 Manfaat perkreditan ditinjau dari sudut kepentingan debitur

Beberapa keuntungan pemenuhan sumber-sumber dana dari perkreditan: ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 54 )

  1. Relatif mudah diperoleh kalau memang usahanya betul-betul fleksibel.
  2. Biaya untuk memperoleh kredit dapat diperkirakan dengan tepat hingga memudahkan para pengusaha dalam menyusun rencana kerjanya untuk masa-masa yang akan datang.
  3. Terdapat berbagai jenis kredit, berbagai bentuk penawaran modal hingga dapat dipilih modal yang paling cocok untuk kebutuhan modal perusahaan yang bersangkutan.
  4. Dengan memperoleh kredit dari Bank, debitur sekaligus juga akan memperoleh berbagai manfaat yaitu:

-          fasilitas perbankan yang lebih murah dalam transfer, clearing, pembukaan L/C import, bank garansi dan lain-lain.

-          Bank juga menyediakan fasilitas-fasilitas konsultasi pasar, manajemen, keuangan, teknis, yuridis (dengan gratis) pula kepada debiturnya.

  1. Rahasia keuangan debitur akan lebih terlindung karena adanya ketentuan  mengenai Rahasia Bank dalam Undang-Undang Pokok Perbankan.
  2. Dengan fasilitas kredit memungkinkan para debitur untuk memperluas dan mengembangkan usahanya dengan lebih leluasa.

 

4.4.2 Manfaat Perkreditan Ditinjau dari sudut kepentingan perbankan

Bank akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain: ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 57)

  1. Memperoleh pendapatan bunga kredit yaitu selisih antara bunga kredit yang diterimanya dari para debitur, dikurangi dengan biaya untuk memperoleh dana dari masyarakat dan dikurangi lagi dengan biaya-biaya overhead dalam mengelola kredit tersebut.
  2. Untuk menjaga solvabillitas usahanya.
  3. Dengan memberikan kredit akan membantu memasarkan jasa-jasa perbankan lainnya.
  4. Pemberian kredit akan memungkinkan perbankan untuk mendidik para stafnya untuk mengenal kegiatan-kegiatan industri yang lain secara mendetail.

 

4.4.3 Manfaat Perkreditan Ditinjau dari Sudut Pandang Kepentingan  Pemerintah

Kepentingan pemerintah terhadap kegiatan perkreditan dapatlah diuraikan sebagai berikut : ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 61 )

  1. Perkreditan dapat digunakan sebagai alat untuk memacu pertumbuhan ekonomi baik secara umum maupun untuk pertumbuhan sektor-sektor ekonomi tertentu.
  2. Sebagai alat untuk mengendalikan kegiatan moneter.
  3. Perkreditan sebagai alat untuk menciptakan lapangan usaha atau kegiatan.
  4. Pemberian kredit sebagai alat peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat.
  5. Perkreditan sebagai sumber pendapatan Negara dan masih banyak manfaat lainnya.

 

4.5 Cara-cara Perhitungan Bunga Kredit

Melihat dari cara-cara perhitungan bunga kredit yang dibebankan kepada nasabahnya, cara perhitungan bunga kredit dapat dibedakan atas cara perhitungan sebagai berikut : ( Thomas Suyatno dkk, 1995, 106 )

  1. 1.      Sliding rate

Yang dimaksud dengan cara perhitungan dengan rumus sliding rate adalah bahwa pembebanan bunga terhadap nilai pokok pinjaman akan semakin menurun dari bukan ke bulan (atau dari suatu periode ke periode berikutnya) sesuai dengan menurunnya pokok pinjaman sebagai akibat adanya pembayaran cicilan pokok pinjaman.

 

 

  1. 2.      Flat rate

Yang dimaksud dengan cara perhitungan bunga dengan rumus flat rate adalah pembebanan bunga terhadap nilai pokok pinjaman akan tetap dari satu periode ke periode lainnya walaupun pokok pinjaman menurun sebagai akibat adanya pembayaran cicilan pokok pinjaman.

3. Floating rate

Yang dimaksud dengan cara perhitungan bunga dengan rumus floating rate (bunga mengambang) adalah cara penentuan bunga yang besarnya tidak ditetapkan untuk suatu jangka waktu, namun diambangkan sesuai dengan perkembangan tingkat bunga yang ada dipasar uang (money market rate).

Tingkat bunga bisa ditetapkan dengan dasar : domestic money market ataupun international money market rate. Rumus floating rate dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Money market rate              6 bulan + 2%
  2. LIBOR/SIBOR                    6 bulan + 2%

Penggunaan perhitungan bunga dengan rumus floating rate pada umumnya dikenakan kepada nasabah peminjam yang jangka waktu pinjamannya lebih dari 5 tahun, ataupun pinjaman jangka waktu lainnya.

 

 

 

 

4.6 Variabel Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Investasi

4.6.1 Produk Domestik Regional Bruto

Produk Domestik Regioanl Bruto merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi yang berada di suatu wilayah atau kabupaten, dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing total produksi bruto dari tiap-tiap kegiatan, sub sektor atau sektor dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Unit-unit produksi tersebut penyajiannya dikelompokkan menjadi lapangan usaha yaitu : 1. Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan, 2. Pertambangan dan Penggalian, 3. Industri Pengolahan, 4. Lisrtik, Gas dan Air Bersih, 5. Konstruksi, 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran, 7. Pengangkutan dan Komunikasi, 8. Keuangan, Penyewaan dan Jasa Perusahaan, Jasa-jasa Perusahaan, 9. Jasa-jasa termasuk pelayanan pemerintah. PDRB adalah salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayah atau kabupaten, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Adapun hubungan antara PDRB dengan kredit adalah dengan kenaikan PDRB berarti konsumsi masyarakat naik sehingga perusahaan berusaha meningkatkan produksinya. Untuk meningkatkan produksinya perusahaan membutuhkan modal untuk investasi, modal tersebut dapat berasal dari kredit sehingga dengan kenaikan PDRB akan menaikkan kredit perbankan dan juga sebaliknya.

 

4.6.2  Tingkat Suku Bunga

Ketika mempelajari peran tingkat suku bunga dalam perekonomian, para ekonom membedakan antara tingkat bunga nominal dan tingkat bunga riil. Perbedaan ini adalah relevan ketika seluruh tingkat harga berubah. Tingkat bunga nominal (nominal interest rate) adalah tingkat bunga yang biasa dilaporkan : tingkat bunga yang dibayar investor untuk meminjam uang. Tingkat bunga riil (real interest rate) adalah tingkat bunga nominal yang dikoreksi untuk menghilangkan pengaruh inflasi. Tingkat suku bunga yang dipergunakan merupakan tingkat bunga nominal pada kredit investasi yang berlaku khususnya terhadap bank umum, karena bervariasinya tingkat bunga kredit maka tinggi rendahnya tingkat bunga nominal akan mempengaruhi permintaan kredit investasi tersebut. Adapun hubungan suku bunga dengan permintaan kredit investasi secara teori adalah negatif, bahwa dengan meningkatnya tingkat suku bunga maka akan menurunkan permintaan kredit investasi.

 

4.6.3  Laju Inflasi

Secara singkat inflasi merupakan kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara umum dan terus menerus selama periode tertentu. Inflasi sering terjadi karena sangat sensitif terhadap musim, arus distribusi, rumor, stabilitas politik dan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Inflasi pada umumnya berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan pengaruhnya amat luas. Dalam keadaan inflasi, harga-harga barang naik relatif cepat dan cukup tinggi. Seirama dengan kenaikan harga-harga tersebut, nilai uang turun secara tajam pula sebanding dengan kenaikan harga-harga tersebut. Demikian juga dengan biaya modal (cost of capital) dari suatu proyek investasi akan menjadi semakin mahal yang juga diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga. Daya beli masyarakat semakin lemah sehingga terjadi kelesuan hampir di segala sektor-sektor perekonomian.

 

4.7  Hipotesis

Sebagai pedoman dalam melakukan penelitian, maka disusun hipotesis sebagai berikut:

  1. Diduga PDRB berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit investasi bank umum, artinya setiap kenaikan PDRB maka akan menaikkan  permintaan kredit investasi.
  2. Diduga suku bunga kredit investasi bank umum berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap permintaan kredit investasi bank umum, artinya suku bunga meningkat maka akan menurunkan permintaan kredit investasi.
  3. Diduga bahwa laju inflasi berpengaruh secara negatif terhadap permintaan kredit investasi bank umum, artinya inflasi meningkat maka akan menurunkan permintan kredit investasi.
  4. Diduga secara serempak variabel PDRB, suku bunga kredit investasi bank umum dan laju inflasi berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi bank umum.

 

BAB V

METODE PENELITIAN

 

5.1. Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan data tahunan (time series) dari tahun 1989-2004. Data diperoleh dari berbagai sumber antara lain:

  1. Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (BI Yogyakarta)
  2. Indikator Ekonomi (BPS) berbagai edisi.
  3. Statistik Indonesia
  4. Sleman Dalam Angka (BPS Yogyakarta)

 

5.2. Metode Analisa Data

Untuk menganalisa data yang diperoleh, digunakan deskriptif dan analisa kuantitatif yaitu dengan regresi. Analisa ini dimaksudkan untuk mengungkapkan pengaruh antara variabel dependen dengan variabel independen, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang mengarah pada tujuan penelitian. Fungsi kredit investasi bank umum di Kabupaten Sleman dapat dinyatakan:

 

KI = f (PDRB, SB, I)

 

Metode yang digunakan untuk menentukan model fungsi regresi adalah dengan menggunakan metode MWD (Mackinnon, White dan Davidson). Adapun prosedur metode MWD sebagai berikut:

  1. Model linier :

KI = ?0 + ?1PDRB – ?2SB – ?3I + Ui                          (1)

  • lakukan regresi persamaan (1) dan dapatkan residualnya (RES1)
  • F1= KI – RES1
  1. Model log-linier :

lnKI = ?0 + ?1 lnPDRB – ?lnSB – ?3 lnI + Ui       (2)

  • lakukan regresi persamaan (2) dan dapatkan residualnya (RES2)
  • F2= lnKI – RES2

dimana :    F1, F2  = nilai prediksi (fitted value)

  1. Kemudian membentuk variabel Z1 = logF1-F2 dan Z2 = antilog(F2)-F1. Didalam Eviews perintah antilog dapat dilakukan dengan cara menulis EXP, maka Z2 = EXP(F2)-F1.
  2. Regresikan persamaan berikut :
  • KI = ?0 + ?1PDRB – ?2SB – ?3I + ?4Z1 + Ui

Jika Z1 signifikan secara statistik melalui uji t maka menolak Ho bahwa model yang benar adalah linier dan jika tidak signifikan maka menerima Ho bahwa model yang benar adalah linier.

  • lnKI = ?0 + ?1 lnPDRB – ?2 lnSB – ?3 lnI + ?4Z2 + Ui

Jika Z2 signifikan secara statistik melalui uji t maka menolak Ho bahwa model yang benar adalah linier dan jika tidak signifikan maka menerima Ho bahwa model yang benar adalah linier.

 

Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier dengan persamaan sebagai berikut:

KI = ?0 + ?1PDRB – ?2SB – ?3I + Ui

Dimana:

KI       = Kredit investasi bank umum ( juta rupiah )

SB      = Suku bunga kredit investasi ( % )

PDRB = Produk Domestik Regional Bruto ( juta rupiah )

I          =  Laju Inflasi ( % )

dimana :

?o           = konstanta

?1, ?2, ?3 = koefisien elastisitas

Ui    = variabel pengganggu

 

5.3. Pengujian Hipotesa

5.3.1. Pengujian hipotesis dari masing – masing variabel independen.

Untuk menguji tingkat signifikan hipotesis dari masing – masing variabel independen digunakan uji – t (t – test) dengan uji satu sisi (one tail), karena dalam hipotesis telah dijelaskan tanda hubungan antara variabel independen yang positif. Uji hipotesis satu sisi positif tersebut adalah sebagai berikut :

Ho : b1 = 0

Ha : b1 > 0 atau Ha : b1 < 0

b1

t – hitung =

Se b1

Keterangan :

b1 adalah koefisien regresi.

Se b1 adalah standart error dari koefisien regresi.

Dengan menggunakan tingkat keyakinan (level of significance) atau  ? tertentu,   df = n – k (df = degree of freedom ), apabila t-hitung > t-tabel maka Ho ditolak, berarti variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen.

5.3.2 Pengujian hipotesa secara serempak.

Pengujian serentak semua koefisien regresi dilakukan dengan uji Fisher (F– test ) sebagai berikut :

Ho : b1 = b2 = ….. = bn = 0

Ha : b1 ? b? …… ? bn ? 0

R2 / ( k-1 )

F – hitung =

( 1 – R2 ) / ( n – k )

Keterangan:

R2   adalah koefisien determinasi.

n    adalah jumlah observasi.

k    adalah jumlah variabel independen termasuk konstanta.

Dengan tingkat keyakinan ?  tertentu, df = ( k – 1, k – n ), jika F-hitung > F-tabel, maka Ho ditolak yang berarti bahwa uji serentak semua variabel independen yang digunakan dapat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

5.3.3 Pengujian Model (Goodness of Fit )

Pengujian ketepatan model regresi (Goodness of Fit) dilakukan dengan melihat angka R2, semakin R2 mendekati 1 semakin tepat model yang digunakan. Dua sifat R2 :

a.  R2 merupakan besaran positif.

b. Batasan adalah 0 < R2 < 1, suatu R2 sebesar 1 berarti kecocokan sempurna sedangkan R2 yang bernilai 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. R2 sama dengan 1 berarti garis regresi yang cocok adalah menjelaskan 100 % variabel Y, sebaliknya kalau R2 sama dengan 0 ( nol ) maka berarti tidak menjelaskan sedikitpun variasi dalam Y tetapi R2 terletak antara dua ekstrim ini. Kecocokan model dikatakan “lebih baik“ kalau R2 semakin mendekati 1.

 

5.3.4 Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian ini dimaksudkan untuk mendeteksi ada tidaknya Autokorelasi, Multikolinearitas dan Heterokedastisitas. Apabila terjadi penyimpangan terhadap asumsi klasik tersebut, uji t dan uji f yang dilakukan menjadi tidak valid dan secara Statistik dapat mengacu kesimpulan yang diperoleh.

 

5.3.4.1. Pengujian Multikolinearitas

Salah satu dari fungsi asumsi klasik adalah bahwa tidak terdapat multikolinearitas diantara variabel yang menjelaskan yaitu variabel yang ada dalam persamaan. Pada dasarnya multikolinearitas adalah adanya suatu hubungan linier yang sempurna (mendekati sempurna) antara beberapa atau semua variabel bebas. Diinterprestasikan secara luas bahwa multikolinearitas berhubungan dengan situasi dimana ada hubungan linier baik itu yang pasti atau mendekati pasti diantara variabel. Koefisien regresi tak tentu dan kesalahan standarnya tak terhingga. Jika kolinearitas mempunyai tingkat yang tinggi tetapi tidak sempurna, penaksiran regresi adalah mungkin, tetapi kesalahannya cenderung untuk besar. Sebagai hasilnya, nilai populasi dari koefisien tidak dapat ditaksir dengan tepat.

Pendeteksian multikoliniearitas dapat dilakukan dengan :

a.                Dengan melihat R, ketika R tinggi dan ketika korelasi derajat nol juga tinggi tetapi tak satupun atau sangat sedikit koefisien regresi parsial yang secara individual penting secara statistik atas dasar pengujian t yang konvensional. Jika R tinggi, ini akan berarti bahwa uji F dari prosedur analisis varians dalam sebagian kasus akan menolak hipotesis nol, meskipun uji t sebaliknya.

b.                Dengan meregres salah satu penjelas dengan sisa variabel penjelas. Cara ini untuk mengetahui variabel yang mana yang berhubungan dengan variabel lainnya, karena multikolinearitas timbul karena satu atau lebih variabel yang menjelaskan merupakan kombinasi linier yang pasti dari variabel yang menjelaskan lainnya.

 

5.3.4.2 Pengujian Heterokedastisitas

Salah satu asumsi penting dari model regresi linier klasik adalah bahwa varians tiap unsur gangguan (disturbance, Ui), tergantung pada nilai yang dipilih dari variabel yang menjelaskan, adalah suatu angka yang konstan yang sama dengan s2. Yaitu semua gangguan tadi mempunyai varians yang sama. Heteroskedasitas muncul apabila kesalahan atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari observasi ke observasi lainnya. Heteroskedasitas dapat dideteksi dengan melakukan pengujian metode Park. Metode Park dilakukan dengan cara meregres residual kuadrat terhadap semua variabel penjelas. Jika ada salah satu minimum koefisien regresi maka terjadi heteroskedasitas. Hal ini disebabkan karena transformasi yang memantapkan skala untuk pengukuran variabel mengurangi perbedaan antara kedua nilai.

Adapun hipotesis yang diuji adalah:

Ho : tidak terdapat heteroskedastisitas

Ha : terdapat heteroskedastisitas

Jika hasil perhitungan menghasilkan t-hitung yang signifikan atau t-hitung > t-tabel maka dapat dikatakan terdapat heteroskedastisitas atau Ho ditolak jika t-hitung < t-tabel maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas atau Ho diterima.

 

5.3.4.3. Pengujian Autokorelasi

Satu lagi dari asumsi penting dari model linier klasik adalah bahwa kesalahan atau gangguan Ui yang masuk dalam fungsi regresi populasi adalah random atau tak berkorelasi. Konsekuensi adanya autokorelasi adalah penaksir tersebut tidak lagi efisien. Sebagai hasilnya, pengujian arti signifikan t dan f tidak dapat diterapkan secara sah. Jadi perlu diadakan perbaikan, perbaikannya tergantung pada sifat ketergantungan diantara gangguan Ui. Maka untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin Watson. Adapun hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut :

Ho : berarti bahwa hipotesis nolnya tidak ada autokorelasi.

Ha : berarti bahwa hipotesis alternatifnya adalah ada autokorelasi positif.

Keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah :

-. Bila nilai Dw > daripada batas atas (U) maka koefisien autokorelasinya sama dengan nol, yang artinya tidak ada autokorelasi positif.

-. Bila nilai Dw lebih rendah dari pada batas bawah (L) koefisien autokorelasinya lebih besar dari pada nol yang artinya adalah ada autokorelasi yang positif.

-. Bila nilai Dw terletak diantara batas bawah dan atas maka tidak dapat disimpulkan.

GAMBAR 5.1

Uji Durbin Watson

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ho        : Tidak ada autokorelasi positf

H*o      : Tidak ada autokorelasi negatif

Mekanisme tes Durbin-Watson adalah sebagai berikut, dengan mengasumsikan bahwa asumsi yang mendasari tes dipenuhi :

  1. Lakukan regresi OLS dan dapatkan residual ei.
  2. Untuk ukuran sampel tertentu dan banyaknya variabel yang menjelaskan tertentu, dapatkan nilai kritis dari dL dan du.
  3. Jika hipotesis Ho adalah bahwa tidak ada serial korelasi positif, maka jika :

d < dL        : menolak Ho

d > du            : tidak menolak Ho

dL? d ? du : pengujian tidak meyakinkan

  1. Jika hipotesis nol Ho adalah bahwa tidak ada serial korelasi negatif, jika:

d > 4 – dL                    : menolak Ho

d < 4 – dU                          : tidak menolak Ho

4 – dU ? d ? 4 – dL      : pengujian tidak meyakinkan

  1. Jika Ho adalah dua-ujung, yaitu bahwa tidak ada serial autokorelasi baik positif ataupun negatif, maka jika :

d < dL                : menolak Ho

d > 4 – dL           : menolak ho

dU < d < 4 – d  : tidak menolak Ho

dL ? d ? dU  atau ;  4 – dU ? d ? 4 – dL

BAB VI

ANALISIS dan PEMBAHASAN

 

6.1. Diskripsi Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series atau data runtun waktu sebanyak 16 observasi dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2004. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Kredit Investasi bank umum di Kabupaten Sleman yang dinyatakan dalam juta rupiah, yang diperoleh dari Statistik Keuangan Daerah (BI Daerah Istimewa Yogyakarta) berbagai edisi, adapun untuk variabel independennya  adalah:

  1. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB)

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang digunakan adalah PDRB atas harga konstan 1993 yang dinyatakan dalam juta rupiah. Data ini diperoleh dari Pendapatan Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS) berbagai edisi.

  1. Suku bunga kredit investasi bank umum.

Suku bunga yang digunakan dalam penelitian ini adalah suku bunga nominal kredit investasi bank umum yang dinyatakan dalam persen.

  1. Laju Inflasi.

Tingkat inflasi yang digunakan adalah laju inflasi Kabupaten Sleman yang dinyatakan dalam persen. Data ini diperoleh dari Sleman Dalam Angka (BPS), berbagai edisi.

Tabel 6.1

Data Penelitian

1989-2004

Tahun

KI

PDRB

SB

I

1989

1990

1991

1992

1993

1994

1995

1996

1997

1998

1999

2000

2001

2002

2003

2004

46.250

50.053

61.270

84.100

65.749

75.797

85.378

90.864

127.597

35.889

45.632

73.965

115.743

125.625

134.708

142.511

842.408,24

906.431,26

1.008.675

1.060.162

1.138.614

1.154.652

1.335.484

1.496.861

1.445.704

1.036.825

1.404.658

1.450.772

1.507.369

1.578.866

1.654.311

1.720.632

19.23

18.95

20.87

19.21

17.06

14.95

15.75

16.42

17.34

18.16

24.93

16.59

12.90

17.82

13.67

1936

7.61

5.73

4.38

8.78

5.01

8.55

9.64

7.05

5.38

65.46

22.51

7.32

11.76

8.77

5.73

4.95

Sumber : data BPS dan BI (data diolah)

 

Pada tabel 6.1 dapat dilihat perkembangan kredit investasi (KI) pada bank umum. Pada tahun 1989 sampai 1992 jumlah kredit yang diminta terus mengalami kenaikan, tahun 1993 sempat mengalami penurunan tetapi tahun berikutnya terus naik hingga tahun 1997, jumlah kredit pada tahun ini sebesar Rp 127.597 atau naik sebesar Rp 51.800 jika dihitung dari tahun 1994. Kemudian karena dampak krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997, kredit investasi ini mengalami penurunan yang cukup besar menjadi sebesar 35.889. Dampak dari krisis ini ternyata tidak lama bagi perbankan di kabupaten ini. Secara nasional untuk perbankan pada tahun 1999 permintaan kredit mulai ada peningkatan begitu juga di Kabupaten Sleman karena terlihat jelas permintaan kredit mengalami kenaikan pada tahun 1999 yaitu menjadi sebesar Rp 45.632, kemudian untuk tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 kredit investasi terus meningkat  menjadi sebesar Rp 142.511.

Perkembangan PDRB dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, bisa dilihat pada tabel 6.1 untuk tahun 1989 sampai tahun 1996 terus naik, hingga pada tahun 1997 perkembangan PDRB di kabupaten ini mengalami penurunan yang tidak terlalu besar yaitu dari 1.496.861 juta rupiah di tahun 1996 menjadi 1.445.704 di tahun 1997, kemudian menjadi 1.036.825 juta rupiah di tahun 1998, penurunan ini terjadi karena akibat dari dampak krisis moneter yang melanda negara ini, tetapi pada tahun 1999 justru mengalami peningkatan, dari 1.036.825 juta rupiah di tahun 1998 menjadi 1.404.658 juta rupiah di tahun 1999 dan terus mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2004. Dalam tabel 6.1 juga dapat dilihat perkembangan suku bunga kredit investasi, dari tahun ke tahun berubah secara fluktuatif. Perubahan nilai suku bunga terbesar terjadi pada tahun 1999, yaitu sebesar 24.93 persen. Laju inflasi di Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun mengalami perubahan yang cukup jelas. Pada tahun 1998 inflasi di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu mencapai posisi sebesar 65.46 persen. Hal tersebut menyebabkan permintaan kredit investasi pada bank umum di Kabupaten Sleman mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu sebesar 35.889 juta rupiah. Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa adanya krisis moneter menyebabkan perubahan besar bagi pihak perbankan dan perekonomian di berbagai sektor.

 

6.2. Hasil Analisis Regresi Dengan OLS 

Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan komputer dalam paket E-Views, sedangkan operasi regresinya menggunakan Ordinary Least Square (OLS). Metode yang digunakan untuk menentukan apakah penelitian ini menggunakan model regresi linier atau log-linier adalah dengan menggunakan metode MWD (Mackinnon, White dan Davidson). Adapun hasil kedua regresi dari metode MWD adalah sebagai berikut:

  • Hasil regresi linier

KI              = ?0 + ?1PDRB – ?2SB – ?3I + ?4Z1 + Ui

                         = 29385.76 + 0.086856 – 2883.374 – 585.4703 + 40577.59

t-hitung          (0.6566)     (4.6972)     (-1.5999)     (-1.7537)    (0.2959)

R-squared  = 0.791207

Pada persamaan di atas menunjukkan nilai t-hitung Z1 = 0.2959, dengan nilai t-tabel a = 5 % (1.782) dan a = 10 % (1.356) sehingga variabel Z1 secara statistik melalui uji t adalah tidak signifikan, yang artinya menerima Ho bahwa model yang benar adalah model linier.

  • Hasil regresi log-linier

KI              = ?0 + ?1 lnPDRB – ?2 lnSB – ?3 lnI + ?4 lnZ2 – Ui

                         = -2.232327 + 1.155081 – 0.795200 – 0.243027 – 2.910293

t-hitung          (-0.6312)     (5.2057)     (-2.5688)     (-3.5698)    (-1.8109)

R-squared  = 0.880691

Pada persamaan di atas menunjukkan nilai t-hitung Z2 = -1.8109, dengan nilai t-tabel a = 5 % (1.782) dan a = 10 % (1.356) sehingga variabel Z2 secara statistik melalui uji t adalah signifikan, yang artinya menolak Ho bahwa model yang benar adalah model log-linier.

Jadi berdasarkan hasil regresi diatas menunjukkan bahwa model yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linier, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

 

KI = ?0 + ?1PDRB – ?2SB – ?3I

 

KI       = Kredit investasi bank umum (juta rupiah)

PDRB = Produk Domestik Regional Bruto (juta rupiah)

SB      = Suku bunga kredit investasi (%)

I         = Laju Inflasi (%)

Dimana :

?o      = konstanta

?1, ?2, ?3  = koefisien elastisitas

Analisa data linier dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh PDRB, suku bunga kredit investasi dan laju inflasi terhadap permintaan kredit investasi. Hasil regresi yang diolah dengan program E-Views dapat dilihat dalam tabel berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 6.2

Hasil Analisa Regresi

Data Variabel Dependen (KI)

 

Dependent Variable: KI
Method: Least Squares
Date: 09/08/06   Time: 11:15
Sample: 1989 2004
Included observations: 16

Variable

Coefficient

Std. Error

t-Statistic

Prob.

PDRB

 0.087407

 0.017683

 4.942876

 0.0003

SB

-2747.498

 1675.180

-1.640122

 0.1269

I

-602.9990

 315.8128

-1.909356

 0.0804

C

 27559.15

 42610.22

 0.646773

 0.5300

R-squared

 0.789545

    Mean dependent var

 85070.69

Adjusted R-squared

 0.736932

    S.D. dependent var

 34687.61

S.E. of regression

 17791.34

    Akaike info criterion

 22.62313

Sum squared resid

 3.80E+09

    Schwarz criterion

 22.81628

Log likelihood

-176.9850

    F-statistic

 15.00647

Durbin-Watson stat

 1.595516

    Prob(F-statistic)

 0.000231

 

 

Berdasarkan hasil tersebut diatas diperoleh persamaan regresi dengan menggunakan regresi linier adalah sebagai berikut:

KI  = ?0 + ?1PDRB – ?2SB – ?3I

KI  = 27559.15 + 0.087407PDRB – 2747.498SB – 602.9990I

6.3. Pengujian Statistik

Pengujian statistik terdiri dari uji F-test untuk melihat tingkat signifikan kesuluruhan variabel independen terhadap variabel dependen. Sedangkan uji t-test adalah untuk melihat tingkat signifikan nilai koefisien estimasi secara individu. Dan uji t-test pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Sedangkan R-squared (R­­2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel independen dengan variabel dependen.

6.3.1.  Pengujian Koefisien Regresi Secara Serempak (F-Statistik)

Pengujian ini untuk menguji secara keseluruhan model regresi apakah memang terdapat hubungan antara variabel independen (PDRB, SB, I) secara bersama-sama dengan variabel dependen (KI).

Hipotesis yang diajukan adalah :

H0 : b1 = b2 = b3 = 0 : Dimana semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen (semua variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen).

Ha : b1 ¹ b2 ¹ b3 ? 0 : Semua variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen (semua variabel independen secara serempak berpengaruh terhadap variabel dependen).

Jika F-hitung > F-tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima hal ini berarti variabel independen (PDRB, SB, I) secara serentak mempengaruhi variabel dependen (permintaan kredit investasi) dengan signifikan. Jika F-hitung < F-tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak hal ini berarti variabel independen (PDRB, SB, I) secara serentak tidak mempengaruhi variabel dependen (permintaan kredit investasi) dengan signifikan.

Dengan menggunakan a = 5% maka diperoleh f-tabel adalah sebagai berikut:

Tabel             : a ; k – 1 ; n – k

: 0.05 ; 3 ; 12

: 3.89

Berdasarkan perhitungan pada tabel 6.2 maka diperoleh nilai F-hitung = 15.00647 dan dengan menggunakan a = 5 % dan dk (3, 12) diperoleh F-tabel = 3.89, jadi F-hitung > F-tabel maka dapat diambil kesimpulan menolak H0 dan menerima Ha, sehingga dapat dikatakan bahwa  secara serempak variabel PDRB, SB, I berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan kredit investasi.

 

Gambar 6.1

Uji F-Statistik

 

 

 

 

 

 

6.3.2.  Pengujian Koefisien Regresi secara Individu (t-Statistik)

  1. a.      Pengujian Koefisien Regresi Terhadap Variabel PDRB

H0   :    b1  =  0…    Secara individu variabel PDRB tidak mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan.

Ha   :    b1  >  0…    Secara individu PDRB berpengaruh positif secara signifikan terhadap  permintaan kredit investasi.

Jika t-hitung < t-tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya variabel PDRB tidak mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan. Jika t-hitung > t-tabel maka Haditerima dan H0 ditolak, yang artinya adalah variabel PDRB mempengaruhi permintaan kredit investasi  secara signifikan.

Tanda koefisien regresi PDRB adalah sebesar 0.087407 dan dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai t-hitung sebesar 4.942876 dengan menggunakan a = 5 % maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 1.782. Karena t-hitung (4.942876) > t-tabel (1.782) maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti bahwa PDRB dengan uji satu sisi berpengaruh secara nyata terhadap permintaan kredit investasi atau ada hubungan yang positif dan signifikan antara PDRB dengan permintaan kredit investasi.

Gambar 6.2

Uji t –PDRB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. b.      Pengujian Koefisien Regresi Terhadap Variabel Suku Bunga Kredit Investasi ( SB )

H0   :    b2  =  0…    Secara individu variabel Suku Bunga Kredit Investasi tidak mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan.

Ha   :    b2  <  0…    Secara individu Suku Bunga Kredit Investasi berpengaruh negatif secara signifikan terhadap  permintaan kredit investasi.

Jika t-hitung < t-tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya variabel suku bunga kredit investasi tidak mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan. Jika t-hitung > t-tabel maka Haditerima dan H0 ditolak, yang artinya adalah variabel suku bunga mempengaruhi permintaan kredit investasi  secara signifikan.

Tanda koefisien regresi suku bunga adalah sebesar -2747.498 dan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai t-hitung sebesar -1.640122 dengan menggunakan a = 10 % maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 1.356. Karena t-hitung (-1.640122) > t-tabel (1.356) maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti bahwa variabel SB dengan uji satu sisi berpengaruh secara nyata terhadap permintaan kredit investasi atau ada hubungan yang negatif dan signifikan antara suku bunga dengan permintaan kredit investasi.

Gambar 6.3

Uji t –Suku Bunga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. c.       Pengujian Koefisien Regresi Terhadap Variabel Laju Inflasi (I)

H0   :    b3  =  0…    Secara individu variabel Laju Inflasi tidak mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan.

Ha   :    b3  <  0…    Secara individu variabel Laju Inflasi berpengaruh negatif  secara signifikan terhadap permintaan kredit investasi.

Jika t-hitung < t-tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya variabel inflasi tidak mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan. Jika t-hitung > t-tabel maka Haditerima dan H0 ditolak, yang artinya adalah variabel laju inflasi mempengaruhi permintaan kredit investasi secara signifikan.

Tanda koefisien regresi laju inflasi adalah sebesar -602.9990 dan dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai t-hitung sebesar -1.909356 dengan menggunakan a = 5 % maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 1.782. Karena t-hitung (-1.909356) > t-tabel (1.782) maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti bahwa variabel laju inflasi dengan uji satu sisi berpengaruh secara nyata terhadap permintaan kredit investasi atau ada hubungan yang negatif dan signifikan antara inflasi dengan permintaan kredit investasi.

 

 

 

Gambar 6.4

Uji t – Inflasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.3.3. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi berganda (R2) = 0.789545 dan koefisien determinasi yang disesuaikan (R-adjusted) = 0.736932 menunjukkan bahwa tingkat ketepatan (Goodness of fit) dari hubungan fungsi tersebut adalah 0.789545 yang artinya adalah 78.9 % variabel dependen (permintaan kredit investasi) dipengaruhi oleh variabel independen (PDRB, SB, I). Sedangkan sisanya sebesar 21.1 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model.

 

6.4. Pengujian Asumsi Klasik

6.4.1. Multikolinearitas

Multikoliniearitas adalah keadaan dimana satu atau lebih variabel independen dinyatakan sebagai kombinasi linier dari variabel independen lainnya, atau dengan kata lain variabel independen yang satu merupakan fungsi dari variabel-variabel independen lainnya. Pada lampiran dapat dilihat bahwa dengan menggunakan bantuan komputer yang sesuai dengan uji Kleins yang dipakai dalam penelitian ini maka dapat diperoleh nilai-nilai yang dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 6.3

Uji Multikolinearitas

Variabel

r2

R2

Keseluruhan

Kesimpulan

PDRB-SB PDRB-I

SB-I

0.086767

0.042511

0.024967

0.789545

0.789545

0.789545

Tidak Terjadi Multikolinearitas

Tidak Terjadi Multikolinearitas

Tidak Terjadi Multikolinearitas

 

Berdasarkan teori yang diajukan Kleins (Rute Of Tump) menyatakan bahwa, multikolinearitas tidak usah dirisaukan apabila Rregresi model lebih besar daripada r2 regresi antar variabel penjelas, maka setelah dilakukan pengujian dengan komputer maka besarnya r2 regresi antar variabel penjelas lebih kecil dari pada R2 model regresi awal. Dari hasil pengujian terhadap multikolinieritas pada masing-masing variabel penjelas diperoleh nilai correlation matrik kurang dari 0.789545 yang berarti tidak terdapat multikolinearitas sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen (PDRB, Suku Bunga Kredit Investasi, Laju Inflasi) tidak terjadi multikolinearitas dalam regresi yang dilakukan.

6.4.2. Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas terjadi apabila kesalahan atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varians yang sama untuk semua observasi. Akibatnya penaksir OLS tetap tidak bias dan tidak efisien. Heterokedastisitas dapat di deteksi dengan melakukan uji Park. Adapun hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut :

H0 : Tidak terdapat heteroskedastisitas

Ha : Terdapat heteroskedastisitas

Dengan menentukan hipotesis yang menyatakan jika hasil perhitungan menghasilkan t-hitung yang signifikan atau t-hitung > t-tabel maka dapat dikatakan terdapat heterokedasitas atau H0 ditolak.

Jika t-hitung < t-tabel maka dapat dikatakan dalam persamaan tidak terjadi heterokedastisitas atau H0 diterima.

Dengan menggunakan a = 0.10 dan dk 12 maka diperoleh t-tabel sebesar 1.782 maka dapat dibuat tabel sebagai berikut :

 

Tabel 6.4

Uji Heteroskedastisitas Dengan Menggunakan Uji Park

Variabel Penjelas

t-hitung

t-tabel

Kesimpulan

PDRB

SB

I

0.351034

0.912787

-0.624626

1.356

1.356

1.356

Tidak Terjadi Heteroskedastisitas

Tidak Terjadi Heteroskedastisitas

Tidak Terjadi Heteroskedastisitas

 

Dari tabel diatas dengan menggunakan uji Park terlihat bahwa t-hitung dari masing-masing variabel independen lebih kecil dari t-tabel ternyata tidak signifikan sehingga dapat dikatakan H0 diterima atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

 

6.4.3. Autokorelasi

Autokorelasi dapat terjadi apabila kesalahan gangguan (Error disturbance) suatu periode berkorelasi dengan kesalahan sebelumnya. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin Watson (DW). Adapun hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut :

H0  : Tidak ada autokorelasi positif

H*0 : Tidak ada autokorelasi negatif

Jika DW < dl dan DW > 4 – dl, maka H0 dan H*0 ditolak

Jika DW >  du dan DW < 4 – du, maka H0 dan H*0 diterima

Jika dl < Dw < du dan 4 – du < Dw < 4 – dl, maka H0 dan H*0 berada pada daerah keragu-raguan.

Berdasarkan perhitungan komputer dengan program E-Views maka diperoleh nilai DW sebesar 1.595516 dengan menggunakan a = 0.05 maka diperoleh nilai DW untuk dl sebesar 0.86 dan nilai DW untuk du sebesar 1.73. Dari perhitungan yang diperoleh setelah meregresikan data yang ada, maka diperoleh kesimpulan bahwa dalam analisis ini tidak terdapat autokorelasi positif maupun negatif, ini dilakukan dengan melihat nilai DW yang diperoleh sebesar 1.595516, berarti H0 dan H*o terletak pada daerah keragu-raguan, yaitu terletak pada dl < Dw < du adalah 0.86 < 1.595516 < 1.73.

 

 

 

 

Gambar 6.5

Uji Durbin Watson  

 

Menolak Ho Bukti Autokorelasi positif

 

Daerah keragu-raguan

Daerah Keragu-raguan

 

 

 

 

d

 

 

 

 

 

Dari hasil regresi awal diperoleh nilai DW sebesar 1.595516 dan terletak didaerah keragu-raguan, sehingga tidak dapat dibuktikan ada atau tidak adanya Autokorelasi.

 

6.5. Interpretasi hasil koefisien regresi.

Berdasarkan hasil regresi maka diperoleh nilai dari masing-masing variabel bebas dengan pengujian masing-masing variabel sebagai berikut :

  1. Tanda parameter untuk koefisien regresi PDRB adalah positif sebesar 0.087407 dan hasil perhitungan diperoleh besarnya t-hitung = 4.942876 dengan menggunakan ? = 5 % nilai t-tabel = 1.782 karena t-hitung > t-tabel maka PDRB berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan kredit investasi. Jadi dengan menganggap variabel lain tetap, jika PDRB naik 1 juta rupiah maka permintaan kredit investasi naik sebesar 0.087407 juta rupiah dengan arah yang positif.
  2. Tanda parameter untuk koefisien regresi Suku Bunga adalah negatif sebesar 2747.498 dan hasil perhitungan diperoleh besarnya t-hitung = -1.640122 dengan menggunakan ? = 10 % nilai t-tabel = 1.356 karena t-hitung > t-tabel maka Suku Bunga berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan kredit investasi. Jadi dengan menganggap variabel lain tetap, jika Suku Bunga naik 1 persen maka permintaan kredit investasi turun sebesar 2747.498 juta rupiah.
  3. Tanda parameter untuk koefisien regresi Laju Inflasi adalah negatif sebesar 602.9990 dan hasil perhitungan diperoleh besarnya t-hitung = -1.909356 dengan menggunakan ? = 5 % nilai t-tabel = 1.782 karena t-hitung > t-tabel maka variabel Laju Inflasi berpengaruh negatif secara signifikan terhadap permintaan kredit investasi. Jadi dengan menganggap variabel lain tetap, adanya Inflasi menyebabkan menurunnya permintaan kredit investasi sebesar 602.9990 juta rupiah.
  4. Menurut hasil pengujian secara keseluruhan (uji F), nilai F-hitung  sebesar 15.00647 lebih besar dari pada F-tabel sebesar 3.89, berarti semua variabel secara keseluruhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas.
  5. Penafsiran koefisien determinan (R2) sebesar 0.789545, hal ini berarti variabel-variabel bebas dapat menjelaskan sebesar 78.9 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel pengganggu yang tidak terdapat dalam model.
  6. Berdasarkan uji ekonometri tentang penyimpangan asumsi klasik yaitu pada uji multikoliniearitas, heterokedastisitas dan autokorelasi yang hasilnya menunjukan tidak adanya mulikoliniearitas, heterokedastisitas dan autokorelasi sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan lolos dari  pengujian asumsi klasik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII

KESIMPULAN dan IMPLIKASI

 

7.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit investasi bank umum, dapatlah dibuat kesimpulan sebagai berikut:

  1.  Secara bersama-sama variabel independen yaitu produk domestik regional bruto, tingkat suku bunga kredit investasi, dan laju inflasi memberikan pengaruh nyata dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu kredit investasi bank umum.
  2. Secara individu variabel independen produk domestik regional bruto, tingkat suku bunga kredit investasi, dan laju inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap kredit investasi bank umum.
  3. Secara individu variabel produk domestik regional bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen kredit invetasi bank umum yang berarti adanya kenaikan produk domestik regional akan meningkatkan kredit investasi bank umum.
  4. Secara individu variabel tingkat suku bunga kredit investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kredit investasi bank umum yang berarti adanya kenaikan suku bunga riil kredit investasi akan menurunkan permintaan kredit investasi bank umum.
  5. Secara individu variabel laju inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kredit investasi bank umum yang berarti adanya kenaikan inflasi akan menurunkan permintaan kredit investasi bank umum.
  6. Pengujian pelanggaran asumsi klasik yang dilakukan dalam persamaan tersebut tidak terdapat multikolinearitas, heteroskedastisitas, maupun autokorelasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel yang digunakan terbebas dari pelanggaran asumsi klasik.
  7. Kredit investasi bank umum dan PDRB di Kabupaten Sleman sempat mengalami penurunan cukup besar akibat kenaikan inflasi yang cukup tinggi yang disebabkan adanya krisis moneter, tetapi dampaknya tidak lama, setelah dua tahun kemudian permintaan kredit investasi terhadap bank umum mengalami peningkatan.

 

7.2 Implikasi

Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan tersebut diatas, dapat dikemukakan implikasi  serta saran-saran sebagai berikut :

  1. Perlu dilakukan adanya pengkajian secara terus menerus tentang kredit investasi dalam berbagai sektor yang diberikan oleh bank umum, ini perlu dilaksanakan karena kredit memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian untuk menunjang pembangunan, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kemampuannya dalam meningkatkan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja dalam mewujudkan hasil-hasil pembangunan.
  2. 2.      Adanya kenaikan PDRB yang terus menerus dari tahun ke tahun di Kabupaten Sleman sehingga pihak perbankan dapat memperluas penyaluran kredit investasi pada bank umum di berbagai sektor, disamping itu pemerintah daerah dapat mendukungnya melalui kebijakan yang dapat menunjang sektor moneter.

 

Posted in Ekonomi Keuangan, Ekonomi Manajemen, Ekonomi Pemasaran, Keuangan, Pemasaran | Leave a comment

MIKROKONTROLLER SEBAGAI PENGENDALI KELISTRIKAN GEDUNG DENGAN TIMER KONTROL

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1        Latar Belakang

Perkembangan dunia  semakin hari semakin pesat. Peralatan-peralatan modern saat ini banyak diciptakan, dan hampir sebagian besar peralatan yang tercipta baik untuk keperluan rumah tangga, perkantoran, pertokoan maupun industri pemakaiannya menggunakan tenaga listrik, yang juga berarti kebutuhan akan listrik terus meningkat. Tak lepas dari itu persediaan listrik saat ini sangatlah terbatas, hal itu menuntut kita untuk menghemat penggunaan listrik, itu dapat kita lakukan dengan menggunakan secara optimal sesuai dengan kebutuhan, yang sekaligus akan menghemat biaya pengeluaran penggunaan listrik kita.

Sampai saat ini juga banyak bangunan gedung yang belum memiliki pengendali listrik terpusat dan juga belum memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal terutama teknologi mikrokontroller sehingga untuk memantau dan mengontrol pemakaian listrik pada suatu waktu dibagian gedung atau ruangan masih dikontrol dan dipantau oleh seorang petugas yang berjaga, bisa dibayangkan apabila bangunan tersebut relatif besar, luas dan mempunyai banyak ruangan juga banyak lantai, sangat tidak efisien waktu yang dibutuhkan seorang petugas yang berjaga hanya untuk memantau atau mengecek penggunaan listrik pada bangunan gedung tersebut.

Melihat kondisi hal itu, maka penulis akan memberikan solusi yang dapat digunakan pada berbagai keperluan. Dalam laporannya akan merancang sebuah sistem pengendali kelistrikan dengan judul “MIKROKONTROLLER SEBAGAI PENGENDALI KELISTRIKAN GEDUNG DENGAN TIMER KONTROL”

1.2        Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada diatas, penulis menggunakan rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana merancang sebuah alat sebagai pengendali kelistrikan pada gedung yang bersifat terpusat dengan menggunakan Mikrokontroler Atmel AT89C51, Sistem Komunikasi Data Asinkron, Sistem Komunikasi Standard RS-232, Bahasa Assembler, Pemrograman Delphi.

 

1.3        Pembatasan Masalah

Pembahasan yang dilakukan penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir mempunyai beberapa batasan masalah, diantaranya:

  1. Penulis memberikan pembatasan masalah pada penerapan yang sesungguhnya dengan dilakukannya simulasi sistem pengendalian kelistrikan pada sebuah miniatur bangunan gedung.
  2. Pembuatan perangkat lunak pada Mikrokontroler Atmel AT89C51 dengan bahasa Assembler hanya menggunakan perintah-perintah Standard RS-232.
  3. Pemrograman Delphi hanya mengendalikan denah dan sekaligus keterangan pada lokasi listrik yang dikendalikan pada alat tersebut.

 

1.4        Tujuan Tugas Akhir

  1. Merancang sebuah Interface sistem pengendali kelistrikan dengan Mikrokontroler Atmel AT89C51, Sistem Komunikasi Data Asinkron, Bahasa Assembler, pemrograman Delphi. Sehingga dapat menghasilkan pengendali dan pemantau pemakaian listrik yang lebih canggih.
  2. Melakukan pengujian efektivitas sebuah alat simulasi pengendalian kelistrikan pada sebuah miniatur bangunan gedung.

 

1.5        Manfaat Tugas Akhir

Tugas Akhir mengenai Penggunaan Micro Controller Sebagai Pengendali Kelistrikan Pada Gedung Dengan Timer Kontrol mempunyai berbagai manfaat yang bisa dirasakan baik oleh penulis, akademik maupun pemakai. Manfaat tersebut antara lain :

  1. Bagi Penulis

Tugas Akhir ini sangat berguna dan bermanfaat bagi penulis dalam menambah pengetahuan serta pengalaman praktis, juga merupakan ujian bagi penulis untuk dapat menerapkan ilmu-ilmu yang selama ini penulis terima dari bangku perkuliahan serta untuk meningkatkan kualitas penulis.

 

  1. Bagi Akademik

Sebagai tolok ukur keberhasilan proses belajar mengajar yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pihak akademik dan sebagai referensi bagi mahasiswa dalam penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan studi yang dibahas dalam laporan Tugas Akhir ini.

  1. Bagi Pemakai

Manfaat yang dapat diperoleh memudahkan pengendalian kelistrikan juga dapat mengoptimalkan kebutuhan listrik sekaligus dapat meningkatkan keamanan.

 

1.6        Metodologi Penelitian

Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

1.6.1        Sumber Data

Bedasarkan sumbernya, data yang dijadikan bahan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah

  1. Data primer

Data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian di lapangan.

Data-data yang kita perlukan antara lain:

-          Sistem distribusi kelistrikan gedung.

-          Pemakaian listrik berdasarkan waktu dan keperluan.

 

  1. Data sekunder

Data yang diperoleh dari buku-buku literatur.

Data-data yang kita perlukan antara lain:

-          Bagaimana mengoptimalkan pemakain listrik.

-          Bagaimana memanfaatkan mikrokontroler untuk Pengendali Kelistrikan Gedung.

 

1.6.2        Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang diperoleh dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan dua metode, yaitu

  1. Studi Lapangan

Metode pengumpulan data dimana datanya dikumpulkan secara langsung melalui penelitian dan pengamatan terhadap obyek penelitian. Pengamatan terhadap obyek penelitian yang dimaksud dengan cara sebagai berikut :

  1. Wawancara (Interview)

Teknik pengumpulan data dimana penulis melakukan  tanya jawab secara langsung dengan sumber data atau pihak-pihak yang berkepentingan yang berhubungan dengan penelitian.

  1. Pengamatan (Observasi)

Teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung obyek penelitian. Hal ini untuk mencocokkan kebenaran antara data yang telah diperoleh dengan prakteknya.

  1. Studi Kepustakaan

Metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku literature yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

 

1.6.3        Metode Analisa dan Perancangan

Metode proses yang digunakan untuk pengembangan sistem perangkat lunak adalah metode waterfall .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    Gambar 1.1 : Pengembangan Sistem Dengan Model Waterfall

 

 

  1. Analisis (Analysis)

Menganalisa infomasi yang diperoleh dari berbagai nara sumber kemudian menganalisa data tersebut untuk diolah antara hardware dan software, menjadi sebuah sistem yang tidak dapat dipisahkan, karena jika perangkat ini kerja salah satu saja tidak akan akan menghasilkan tampilan yang diinginkan.

  1. Perancangan (Design)

Menganalisa kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak termasuk kebutuhan biaya kemudian perancangan hardware satu per satu dan software yang dibutuhkan. Untuk perancangan hardware disini penulis merangkai komponen-komponen pada PCB yang telah penulis buat dan siapkan serta membuat mekanis alat simulasi. Untuk perancangan softwarenya penulis membuat  program sesuai dengan alur komunikasi data Pengendalian Kelistrikan Gedung yang akan kita buat sbb:

 

 

 

Gambar 1.2  Diagram Alur Komunikasi Data

 

 

  1. Pemrograman (Coding)

Tahap ini disebut juga sebagai tahap implementasi perangkat lunak atau Coding. Dengan kata lain, dalam tahap ini dilakukan implementasi hasil rancangan ke dalam baris-baris kode program yang dapat dimengerti oleh mesin (komputer).

  1. Pengujian (Testing)

Setelah komponen terangkai pada PCB dan mekanis telah jadi, kemudian penulis melakukan pengujian tiap blok rangkaian, apakah rangkaian tersebut telah bekerja dengan baik atau belum.

  1. Operasi dan Perawatan

Pada tahap ini sistem siap dioperasikan. Untuk menghindari terjadinya kesalahan atau kegagalan dalam menjalankan fungsi-fungsinya maka diperlukan suatu pemeliharaan yang terus dilakukan dari waktu ke waktu

 

1.7        Sistematika Penulisan

Tugas akhir ini terdiri dari lima bab, dengan penjelasan tiap-tiap bab sebagai berikut :

BAB I    :  Pendahuluan

Pada bab ini berisi tentang Latar Belakang, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan Tugas Akhir, Manfaat Tugas Akhir, Metodologi Penelitian serta Sistematika Penulisan Tugas Akhir.

BAB II   :  Landasan Teori

Pada bab ini menjelaskan tentang teori perangkat keras dan perangkat lunak, dan perancangan casing sehingga dapat diketahui rencana yang akan dikerjakan.

BAB III :  Analisa dan Perancangan

Pada bab ini akan menguraikan dan memberikan penjelasan mengenai perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, perancangan casing sehingga dapat diketahui rencana yang akan dikerjakan.

BAB IV : Pembahasan dan Implementasi

Pada bab ini akan menjelaskan mengenai pembuatan alat dan pengujian alat.

BAB V   :  Penutup

Bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan masalah dan saran-saran berkenaan dengan Tugas Akhir ini.

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1     Kesimpulan

Dalam menciptakan interface Pengendali Kelistrikan Gedung dengan Mikrokontroler AT89C51 ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, diantaranya :

  1. Pengendalian Kelistrikan dilakukan oleh Mikrokontroler AT89C51, dengan tujuan mengembangkan teknologi secara optimal.
  2. Tampilan pada komputer mampu menampilkan durasi waktu pemakaian dan kondisi system kelistrikan pada saat tertentu.
  3. Sistem sensor mampu mengetahui  kondisi yang terjadi pada system kelistrikan setiap saat.
  4. Sistem sensor yang penulis gunakan hanya mampu mendeteksi dengan nilai akurasi tertentu pada saat melakukan percobaan, maka pada penerapannya tingkat akurasi sebatas pada saat melakukan percobaan.

 

5.2     Saran

Untuk pengembangan serta kesempurnaan interface Pengendali Kelistrikan Gedung dengan Mikrokontroler AT89C51, maka penulis memberikan saran sebagai berikut :

  1. Dengan menggunakan sistem sensor yang mampu mendeteksi dengan ketelitian yang tinggi Interface ini dapat diterapkan pada penerapan yang sesungguhnya dengan nilai kerugian arus listrik yang kecil.
  2. Dengan ditambahkannya Sistem Data Base interface ini dapat dengan mudah membuat jadwal pemakain arus listrik untuk jangka waktu yang tidak tetentu.

 

Demikian kesimpulan dan saran yang dapat penulis sampaikan. Penulis sadar bahwa dalam perancangan dan pembuatan interface Pengendali

Kelistrikan Gedung dengan Mikrokontroler AT89C51 masih banyak kekurangan, kesalahan, kelemahan, dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis masih membutuhkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca.

 

 

Posted in Pendidikan Elektro, Tehnik elektro | Leave a comment

Proposal Tugas Kuliah Keamanan Komputer Lanjut EC 7010 Algoritma Enkripsi RC-5

Deskripsi :

RC-5 merupakan enkripsi stream simetrik yang dibuat oleh RSA Data Security, Inc (RSADSI). Metode enkripsi ini pada awalnya dirancang untuk enkripsi yang menggunakan mikroprosesor (perangkat keras), tetapi pada tahap pengembangannya algoritma ini cocok diterapkan dengan menggunakan perangkat keras maupun perangkat lunak.

RC-5 adalah suatu algoritma yang memiliki parameter sebagai berikut :

  • -          w adalah ukuran kata dalam bit
  • -          r banyaknya rotasi
  • -          b banyaknya kata kunci

Secara ringkas algoritma ini bekerja dengan penambahan modulus 2w,melakukan EX-OR dan melakukan rotasi x kekiri dengan jumlah y bit.

RC-5 memiliki kelebihan dalam menentukan jumlah kata kunci yang digunakan, hal ini berarti akan memilih tingkat keamanan yang digunakan sesuai dengan aplikasinya.

 

Materi Bahasan:

  • Pendahuluan
  • Deskripsi Dan Feature RC-5
  • Algoritma RC-5
  • Pertimbangan Lebih Lanjut Algoritma RC-5
  • Technik dan Analisis Blok cipher RC-5
  • Implementasi RC-5

Reference:

  1. Bruce Schneier, Applied Cryptography : Protocols, Algorithms, and Source Code in C, 2nd Edition
  2. Kristanto, Andri, Gava Media, Keamanan Data Pada Jaringan Komputer, Yogyakarta,2003
  3. Wahana Komputer & Andi Yogyakarta,” Penanganan Jaringan Komputer”, Semarang, Yogyakarta,2002
  4. Budi Rahardjo,” Keamanan Sistem informasi Berbasis Internet”, PT Insan Komunikasi Indonesia, Bandung, 1999.
  5. http://bdg.centrin.nrt.id/~budskman/protek.htm
  6. http://grc.com/r&d/rc5-report.pdf
  7. http://www.idaccr.org/reports/reports.html

 

Abstrak :

RC-5 (Rivest Code-5) merupakan enkripsi stream simetrik yang dibuat oleh RSA Data Security, Inc (RSADSI). Metode enkripsi ini pada awalnya dirancang untuk enkripsi yang menggunakan mikroprosesor (perangkat keras), tetapi pada tahap pengembangannya algoritma ini cocok diterapkan dengan menggunakan perangkat keras maupun perangkat lunak. Secara ringkas algoritma ini bekerja dengan penambahan modulus 2w,melakukan EX-OR dan melakukan rotasi x kekiri dengan jumlah y bit. RC-5 memiliki kelebihan dalam menentukan jumlah kata kunci yang digunakan, hal ini berarti akan memilih tingkat keamanan yang digunakan sesuai dengan aplikasinya. Tulisan ini membahas tentang algoritma enkripsi RC-5 yang dikemukakan oleh Ronald L.Rivest dari MIT Laboratory for Computer Science. Metode penulisan dilakukan dengan studi literartur terhadap buku dan bahasan-bahasan di internet yang berhubungan dengan algoritma enkripsi terutama algoritma RC-5.

 

Posted in Tehnik elektro | Tagged , | Leave a comment

Daftar Isi Contoh Skripsi ( 2 Keping DVD )

Berikut daftar Contoh Skripsi dalam 2 keping DVD :

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi
09/01/2012  14:18    <DIR>          Skripsi Administrasi Bisnis
09/01/2012  14:18    <DIR>          Skripsi Administrasi Negara
09/01/2012  14:18    <DIR>          Skripsi Administrasi Niaga
09/01/2012  14:18    <DIR>          Skripsi Administrasi Pertanahan
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Administrasi Publik
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Agama Islam
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Akuntansi
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Aqidah Filsafat
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Arsitektur
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Bahasa Inggris
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Bimbingan Konseling
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Biologi
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Desain Dan Komunikasi Visual
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Ekonomi
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Ekonomi Manajemen
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Ekonomi Pembangunan
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Ekonomi Syariah
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Farmasi
09/01/2012  14:17    <DIR>          Skripsi Fisika
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi GeoTeknik
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Hukum
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Hukum Perdata
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Hukum Pidana
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Hukum Tata Negara
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Hukum
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Keperawatan
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Komputer
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Komunikasi
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Pemerintahan
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Pendidikan
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Ilmu Tanah
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Industri dan Bisnis
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Kedokteran
09/01/2012  14:15    <DIR>          Skripsi Kehutanan
09/01/2012  14:15    <DIR>          Skripsi Keperawatan
09/01/2012  14:15    <DIR>          Skripsi Kesehatan Masyarakat
09/01/2012  14:15    <DIR>          Skripsi Kesenjangan Masyarakat
09/01/2012  14:15    <DIR>          Skripsi Kimia
09/01/2012  14:15    <DIR>          Skripsi Komputer
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Komputer Informatika
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Komunikasi
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Manajemen
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Manajemen Ekonomi
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Manajemen Industri
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Manajemen Keuangan
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Manajemen Pemasaran
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Manajemen SDM
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Matematika
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Pendidikan Agama Islam
09/01/2012  14:14    <DIR>          Skripsi Pendidikan Bahasa Arab
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Bahasa Indonesia
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Biologi
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Ekonomi
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Elektro
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Fisika
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Kewarganegaraan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Kimia
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Matematika
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pendidikan Teknik Elektro
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pengembangan Sumber Daya Manusia
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perbandingan Agama
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perbankan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perbankan Syariah
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perhotelan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perikanan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perkapalan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Perpajakkan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pertambangan
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Pertanian
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi PPKN
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Psikologi
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Sains Kebumian
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Sistem Informasi
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Sistem Komputer
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Sosiologi
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Syariah
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Tafsir Hadis
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Tarbiyah
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Tata Negara
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Teacher Training And Education
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Teknik Arsitektur
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Teknik Elektro
09/01/2012  14:11    <DIR>          Skripsi Teknik Industri
09/01/2012  14:11    <DIR>          Skripsi Teknik Informatika
09/01/2012  14:10    <DIR>          Skripsi Teknik Komputer
09/01/2012  14:10    <DIR>          Skripsi Teknik Mesin
09/01/2012  14:10    <DIR>          Skripsi Teknik Metalurgi
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Teknik Pertambangan
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Teknik Pertanian
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Teknik Sipil
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Teknik Telekomunikasi
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Tesis

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 1
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 10
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 11
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 12
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 13
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 14
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 15
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 16
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 17
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 18
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 19
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 2
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 20
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 21
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 22
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 23
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 24
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 25
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 26
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 27
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 28
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 29
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 3
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 30
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 31
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 32
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 33
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 34
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 35
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 36
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 37
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 38
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 39
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 4
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 40
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 41
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 42
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 43
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 5
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 6
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 7
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 8
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI BISNIS 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 1
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 10
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 11
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 12
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 13
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 14
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 15
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 16
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 17
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 18
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 19
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 2
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 20
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 21
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 22
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 23
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 24
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 25
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 26
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 27
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 28
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 29
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 3
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 30
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 31
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 32
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 33
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 34
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 35
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 36
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 37
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 38
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 39
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 4
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 40
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 41
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 42
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 43
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 5
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 6
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 7
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 8
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Bisnis\ADMINISTRASI BISNIS 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara\ADMINISTRASI NEGARA 1
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara\ADMINISTRASI NEGARA 2
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara\ADMINISTRASI NEGARA 3
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara\ADMINISTRASI NEGARA 4
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara\ADMINISTRASI NEGARA 5
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Negara\ADMINISTRASI NEGARA 6
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Niaga

09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 1
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 10
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 11
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 12
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 13
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 14
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 15
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 16
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 2
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 3
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 4
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 5
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 6
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 7
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 8
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI NIAGA 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Pertanahan
09/01/2012  14:18    <DIR>          .
09/01/2012  14:18    <DIR>          ..
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 1
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 10
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 2
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 3
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 4
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 5
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 6
09/01/2012  14:18    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          ADMINISTRASI PERTANAHAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Administrasi Publik
09/01/2012  14:17    <DIR>          ADMINISTRASI PUBLIK 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          ADMINISTRASI PUBLIK 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          ADMINISTRASI PUBLIK 3

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Agama Islam
09/01/2012  14:17    <DIR>          .
09/01/2012  14:17    <DIR>          ..
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          AGAMA ISLAM 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Akuntansi

09/01/2012  14:17    <DIR>          .
09/01/2012  14:17    <DIR>          ..
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 15
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 16
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 17
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 18
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 19
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 20
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 21
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 22
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 23
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 24
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 26
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 27
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 28
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 29
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 30
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 31
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 32
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 33
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 34
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 35
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 36
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 37
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 38
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 39
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 40
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 41
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 42
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 43
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 44
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 45
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 46
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 47
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 48
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 49
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 50
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 51
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 52
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 53
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 54
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 55
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 56
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 57
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 58
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 59
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 60
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 61
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 62
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 63
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          AKUNTANSI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Aqidah Filsafat
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          AQIDAH FILSAFAT 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Bahasa Inggris
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 15
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 16
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 17
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 18
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 19
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 20
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 21
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 22
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 23
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 24
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 25
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 26
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 27
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 28
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          BAHASA INGGRIS 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Desain Dan Komunikasi Visual

09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 15
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 16
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 17
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 18
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 19
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 20
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 21
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 22
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 23
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 24
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 25
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 26
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 27
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 28
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 29
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 30
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 31
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          DESAIN & KOMUNIKASI VISUAL 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ekonomi

09/01/2012  14:17    <DIR>          .
09/01/2012  14:17    <DIR>          ..
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 15
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 16
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 17
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 18
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 19
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 20
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 21
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 22
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 23
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 24
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 25
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 26
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 27
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 28
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 29
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 30
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 31
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 32
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 33
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ekonomi Manajemen
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 15
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 16
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 17
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 18
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 19
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 20
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 21
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 22
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 23
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 24
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 25
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 26
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 27
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 28
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 29
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 30
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 31
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 32
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 33
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 34
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 35
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 36
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 37
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 38
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 39
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 40
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 41
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 44
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 45
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 46
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 47
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 48
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 49
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 50
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 51
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 52
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 53
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 54
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 55
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 56
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 57
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 58
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 59
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 60
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 61
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 62
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 63
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 64
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 65
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 66
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 67
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 68
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 69
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 70
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 71
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 72
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 73
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 74
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 75
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 76
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 77
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 78
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 79
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 80
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 81
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 82
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI MANAJEMEN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ekonomi Pembangunan
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 15
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 16
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 17
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 18
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 19
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 20
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 21
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 22
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 23
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 24
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 25
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 26
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 27
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 28
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI PEMBANGUNAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ekonomi Syariah

09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI SYARIAH 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI SYARIAH 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI SYARIAH 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          EKONOMI SYARIAH 4

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Farmasi

09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 12
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 13
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 14
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 2
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 3
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 4
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 5
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 6
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 7
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 8
09/01/2012  14:17    <DIR>          FARMASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Fisika

09/01/2012  14:17    <DIR>          FISIKA 1
09/01/2012  14:17    <DIR>          FISIKA 10
09/01/2012  14:17    <DIR>          FISIKA 11
09/01/2012  14:17    <DIR>          FISIKA 12
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 13
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 14
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 15
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 16
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 17
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 18
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 19
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 2
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 20
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 21
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 22
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 3
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 4
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 5
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 6
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 7
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 8
09/01/2012  14:16    <DIR>          FISIKA 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi GeoTeknik

09/01/2012  14:16    <DIR>          .
09/01/2012  14:16    <DIR>          ..
09/01/2012  14:16    <DIR>          GEOTEKNIK 1
09/01/2012  14:16    <DIR>          GEOTEKNIK 2
09/01/2012  14:16    <DIR>          GEOTEKNIK 3
09/01/2012  14:16    <DIR>          GEOTEKNIK 4
09/01/2012  14:16    <DIR>          GEOTEKNIK 5

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Hukum
09/01/2012  14:16    <DIR>          ANALISA HUKUM ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG
09/01/2012  14:16    <DIR>          EKSISTENSI GRASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA
09/01/2012  14:16    <DIR>          EKSISTENSI KEBIJAKAN DAERAH YANG DEMKORATIS DALAM SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME
09/01/2012  14:16    <DIR>          HUKUM ANTIMONOPOLI
09/01/2012  14:16    <DIR>          HUKUM PERJANJIAN PENGANGKUTAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          HUKUM TENTANG JAMSOSTEK
09/01/2012  14:16    <DIR>          IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALU
09/01/2012  14:16    <DIR>          JAMINAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN KERJA
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEGIATAN USAHA DALAM BENTUK PERSEKONGKOLAN YANG TIDAK SEHAT BAGI PARA PELAKU USAHA
09/01/2012  14:16    <DIR>          PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT BADAN KREDIT
09/01/2012  14:16    <DIR>          PELAKSANAAN PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENENTUAN PENCIPTA ATAS LAGU “23 JULI” DAN PENYELESAIAN SENGKETANYA
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM SEJAK BERLAKUNYA KEPPRES NOMOR 55 TAHUN 1993
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERAN DPR DALAM PENGANGKATAN DUTA BESAR RI SETELAH PERUBAHAN UUD 1945
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANAN  VISUM ET REPERTUM PADA TAHAP PENYIDIKAN DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PERKOSAAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANAN PENYIDIK DALAM MEMBANTU PENYELESAIAN TINDAK PIDANA NARKOBA
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANAN VISUM ET REPERTUM
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERJ-PENGANGKUTAN BARANG MELALUI KAPAL LAUT MENGGUNAKAN SISTEM CONTAINER
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERJANJIAN KERJASAMA PEMBIAYAAN PEKERJAAN SITE AKUISISI (SITAC)
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA PADA MALAM HARI DI EASY MINIMARKET
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERUBAHAN PERJANJIAN KERJA TERHADAP STATUS PEKERJA WAKTU TERTENTU SETELAH KENAIKAN UPAH
09/01/2012  14:16    <DIR>          TATA CARA PENGURUSAN RUMAH SAKIT SEBAGAI SALAH SATU PUBLIK MODERN
09/01/2012  14:16    <DIR>          TINJAUAN TENTANG PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM PERSIDANGAN DAN IMPLIKASI YURIDISNYA
09/01/2012  14:16    <DIR>          TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENAHANAN ATAS AUNG SAN SUU KYI OLEH PEMERINTAH MYANMAR MENURUT INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS
09/01/2012  14:16    <DIR>          TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PHEDOFILIA

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Hukum Pidana
09/01/2012  14:16    <DIR>          EKSISTENSI GRASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANAN VISUM ET REPERTUM DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA PADA TAHAP PENYIDIKAN

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Hukum Tata Negara\PELAKSANAAN PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN UU NO. 43 TAHUN 1999  DI KEJAKSAAN NEGERI
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Hukum Tata Negara\TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGAWASAN HAKIM OLEH KOMISI YUDISIAL PASCA KELUARNYA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI ATAS UU NO. 22 TAHUN 2004

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ilmu Hukum
09/01/2012  14:16    <DIR>          ANALISA HUKUM ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG
09/01/2012  14:16    <DIR>          IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALU YANG BERORIENTASI BAGI KEPENTINGAN MASYARAKAT DALAM MENUNJANG OTONOMI DAERAH
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEGIATAN USAHA DALAM BENTUK PERSEKONGKOLAN YANG TIDAK SEHAT BAGI PARA PELAKU USAHA

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ilmu Keperawatan
09/01/2012  14:16    <DIR>          HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN INJECTING DRUG USER (IDU) USIA 15-35 TAHUN
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEGAWATAN NAFAS DAN TINDAKAN RESUSITASI PADA NEONATUS YANG MENGALAMI KEGAWATAN PERNAFASAN DI RUANG NICU DAN RUANG PERINATOLOGI

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ilmu Komputer

09/01/2012  14:16    <DIR>          ANALISA JARINGAN WIRELESS-LAN DI LPMP
09/01/2012  14:16    <DIR>          ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA BANK MANDIRI
09/01/2012  14:16    <DIR>          APLIKASI SMS UNTUK PELAYANAN INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN VISUAL BASIC DAN ORACLE 9I DBMS
09/01/2012  14:16    <DIR>          EC5010 KEAMANAN SISTEM INFORMASI EKSPLOITASI RPC PADA SISTEM OPERASI WINDOWS
09/01/2012  14:16    <DIR>          EVALUASI KINERJA PRODUSER DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM ACARA TELEVISI PADA PT PACIFIC TELEVISI ANUGERAH
09/01/2012  14:16    <DIR>          IMPLEMENTASI ROUTING YANG MENGGUNAKAN STANDARISASI H 323
09/01/2012  14:16    <DIR>          IMPLEMENTASI TEKNIK WATERMARKING DIGITAL PADA DOMAIN DCT UNTUK CITRA BERWARNA
09/01/2012  14:16    <DIR>          KOMPRESI FILE WAVE DENGAN ALGORITMA HUFFMAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          KOMPUTERISASI PENYEWAAN VCD FILAM
09/01/2012  14:16    <DIR>          MEMBANGUN APLIKASI LAYANGAN PENGIRIMAN E-MAIL TO SMS DAN SMS TO E-MAIL BERBASIS SMS GATEWAY
09/01/2012  14:16    <DIR>          MEMBANGUN JARINGAN PC CLONING MENGGUNAKAN SOFTWARE WINCONNECT
09/01/2012  14:16    <DIR>          PC CLONNING MELALUI PORT USB DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BETWIN
09/01/2012  14:16    <DIR>          PEMBANGUNAN SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE DENGAN WML DAN PHP UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB KERUSAKAN MESIN ISUZU PANTHER
09/01/2012  14:16    <DIR>          PEMBUATAN GAME DANCE DANCE REVOLUTION DENGAN VISUAL BASIC
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENERAPAN POHON PELACAKAN DALAM MENCARI LINTASAN YANG DAPAT DILALUI OLEH SEEKOR SEMUT PADA BIDANG KARTESIAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA TOKO DUA MOTOR
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENGENDALIAN LENGAN ROBOT ROB3 SEBAGAI PENJEJAK BENDA
09/01/2012  14:16    <DIR>          PENGGUNAAN ANALISIS SWOT DAN ANALISIS AHP UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI LAYANAN INFORMASI JADWAL SHALAT DAN ARAH KIBLAT BERBASIS SMS
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM JARINGAN WLAN BERBASIS RADIUS SERVER
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK BELAJAR BAHASA MANDARIN DAN WEBSITE PROMOSI
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN KALKULUS PROPOSISI
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PERMAINAN HALMA PADA NETWORK
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PERMAINAN STRATEGI BATTLE SHIP PADA JARINGAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PENJUALAN DAN PERSEDIAAN PADA PT GOLDEN BETELNUT
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN BIODATA MAHASISWA PADA FAKULTAS MIPA UNSYIAH
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANGKAT LUNAK BANTU PENYELESAIAN MASALAH STATE AND SPACE
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANGKAT LUNAK PENYELESAIAN PERMAINAN PERGESERAN ANGKA DALAM BINTANG KEJORA
09/01/2012  14:16    <DIR>          PERANGKAT LUNAK SIMULASI PENGONTROLAN KESALAHAN DENGAN METODE ARQ
09/01/2012  14:16    <DIR>          POLLING ACARA TELEVISI MENGGUNAKAN SMS GATEWAY
09/01/2012  14:16    <DIR>          RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB
09/01/2012  14:16    <DIR>          RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN SUHU RUANG BERBASISKAN MIKROKONTROLER AT89C52
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN BERBASIS ANIMASI 3D DI LEMBAGA PENDIDIKAN KOMPUTER PRATAMA MULIA
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG PADA CATROCK DISTRO
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG SUSPENSI KENDARAAN RODA EMPAT BERBASIS CLIENT SERVER PADA PT PRIMA PER CABANG JAWA BARAT
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM INFORMASI PENJUALAN ELEKTRONIK BERBASIS WEB PADA TOKO DIGITAL ELEKTRONIK
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM KEAMANAN EMAIL
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA PADA JARINGAN KOMPUTER
09/01/2012  14:16    <DIR>          SISTEM PERWALIAN BERBASIS WEB
09/01/2012  14:16    <DIR>          SMS GATEWAY APPLICATION FOR LOCATION BASED SERVICE (LBS) SYSTEM WITH CELL GLOBAL IDENTITY AND TIMING ADVANCE (CGI+TA) METHODS
09/01/2012  14:16    <DIR>          SMS GATEWAY UNTUK INFORMASI JADWAL PENERBANGAN
09/01/2012  14:16    <DIR>          STUDI CARA MEMPRODUKSI FILM KARTUN ANIMASI

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Ilmu Komunikasi
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 1
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 10
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 11
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 12
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 2
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 3
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 4
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 5
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 6
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 7
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 8
09/01/2012  14:16    <DIR>          ILMU KOMUNIKASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Kedokteran

09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 1
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 2
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 3
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 4
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 5
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 6
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 7
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 8
09/01/2012  14:16    <DIR>          KEDOKTERAN 9
09/01/2012  14:16    <DIR>          Skripsi Informatika

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Kedokteran\Skripsi Informatika
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 1
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 10
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 11
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 12
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 13
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 14
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 15
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 16
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 17
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 18
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 19
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 2
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 20
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 21
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 22
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 23
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 3
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 4
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 5
09/01/2012  14:16    <DIR>          INFORMATIKA 6
09/01/2012  14:15    <DIR>          INFORMATIKA 7
09/01/2012  14:15    <DIR>          INFORMATIKA 8
09/01/2012  14:15    <DIR>          INFORMATIKA 9
0 File(s)              0 bytes

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Kehutanan
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEHUTANAN 1
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEHUTANAN 2
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEHUTANAN 3
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEHUTANAN 4
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEHUTANAN 5
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEHUTANAN 6

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Keperawatan
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 1
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 2
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 3
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 4
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 5
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 6
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 7
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 8
09/01/2012  14:15    <DIR>          KEPERAWATAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Kesehatan Masyarakat
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 1
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 10
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 11
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 12
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 13
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 14
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 2
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 3
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 4
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 5
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 6
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 7
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 8
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESEHATAN MASYARAKAT 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Kesenjangan Masyarakat
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESENJANGAN MASYARAKAT 1
09/01/2012  14:15    <DIR>          KESENJANGAN MASYARAKAT 2

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Kimia
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 1
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 10
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 11
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 12
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 13
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 14
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 15
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 16
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 17
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 18
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 19
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 2
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 20
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 21
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 22
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 23
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 24
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 25
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 26
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 27
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 3
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 4
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 5
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 6
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 7
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 8
09/01/2012  14:15    <DIR>          KIMIA 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Komputer Informatika
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMPUTER & INFORMATIKA 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Komunikasi
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 11
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 12
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 13
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          KOMUNIKASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Manajemen
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 11
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 12
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 13
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 14
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 15
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 16
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 17
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 18
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 19
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 20
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 21
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 22
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 23
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 24
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 25
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 26
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 27
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 28
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 29
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 30
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 31
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 32
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 33
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 34
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 35
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 36
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 37
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 38
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 39
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 40
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 41
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 42
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 43
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 44
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 45
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 46
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 47
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 48
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 49
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 50
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 51
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 52
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 53
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 54
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 55
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 56
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 57
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 58
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 59
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 60
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 61
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 62
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 63
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 64
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 65
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Manajemen Ekonomi

09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 11
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 12
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 13
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 14
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 15
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 16
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 17
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 18
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 20
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 21
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 22
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 23
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 24
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 25
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 26
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 27
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN EKONOMI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Manajemen Keuangan
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 11
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 12
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 13
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 14
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 15
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 16
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 17
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 18
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 19
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN KEUANGAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Manajemen Pemasaran
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN PEMASARAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Manajemen SDM

09/01/2012  14:14    <DIR>          ANALISA SIKAP KONSUMEN SUPERMARKET INDOGROSIR
09/01/2012  14:14    <DIR>          Analisis Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
09/01/2012  14:14    <DIR>          FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI BELI KONSUMEN PADA SUPERMAKET PAMELLA I YOGYAKARTA
09/01/2012  14:14    <DIR>          FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN BELI PASTA GIGI PEPSODENT PADA MAHASISWA STIE KERJASAMA YOGYAKARTA

09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 19
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 20
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 21
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 22
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 23
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 24
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 25
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 26
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 27
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 28
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 29
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 30
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 31
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 32
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 33
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 34
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 35
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 36
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 37
09/01/2012  14:14    <DIR>          MANAJEMEN SDM 38

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Matematika
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 1
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 10
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 11
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 12
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 13
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 14
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 15
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 16
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 17
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 18
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 19
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 2
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 20
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 21
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 22
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 23
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 24
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 25
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 26
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 27
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 3
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 4
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 5
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 6
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 7
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 8
09/01/2012  14:14    <DIR>          MATEMATIKA 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Agama Islam
09/01/2012  14:14    <DIR>          ANAK PUTUS SEKOLAH DAN CARA PEMBINAANNYA DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN
09/01/2012  14:14    <DIR>          ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I
09/01/2012  14:14    <DIR>          IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI 12 PONDOK LABU
09/01/2012  14:14    <DIR>          KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH KHUSUSNYA BAGI PENGAJAR YANG MENERAPKAN METODE MENGHAFAL
09/01/2012  14:14    <DIR>          KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AL-GHAZALI (SEBUAH ANALISA TEORITIS)
09/01/2012  14:14    <DIR>          MADRASAH ALIYAH YAYASAN ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA
09/01/2012  14:14    <DIR>          METODE CERITA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SAPEN

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Bahasa Arab
09/01/2012  14:14    <DIR>          ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I
09/01/2012  14:14    <DIR>          MEDIA GAMBAR DALAM  PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA ARAB
09/01/2012  14:14    <DIR>          MEDIA GAMBAR DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA ARAB DI TK AL-ISLAM I JAMSAREN SURAKARTA JAWA TENGAH
09/01/2012  14:14    <DIR>          METODE PENGAJARAN BACA AL-QUR’AN
09/01/2012  14:14    <DIR>          METODE PENGAJARAN BACA AL-QUR’AN DI AN-NUUR FOUNDATION JOGJAKARTA
09/01/2012  14:14    <DIR>          METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB BAGI LULUSAN SD
09/01/2012  14:14    <DIR>          PEMBELAJARAN KITAB KUNING DENGAN ARAB PEGON
09/01/2012  14:14    <DIR>          PENGAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAKHUL HUDA TEMANGGUNG SISWA KELAS V
09/01/2012  14:13    <DIR>          PRILAKU SIFAT DAN MAUSUF DALAM HUBUNGAN SINTAKSIS BAHASA ARAB
09/01/2012  14:13    <DIR>          STUDI TENTANG PELAKSANAAN METODE SAM’IYAH WA SYAFAWIYAH DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Bahasa Indonesia
09/01/2012  14:13    <DIR>          EFEKTIVITAS VCD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
09/01/2012  14:13    <DIR>          KEMAMPUAN  MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA
09/01/2012  14:13    <DIR>          KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA OLEH SISWA KELAS I SMPN 1 KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA
09/01/2012  14:13    <DIR>          KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA
09/01/2012  14:13    <DIR>          KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA TAMAN ISLAM CIBUNGBULANG BOGOR
09/01/2012  14:13    <DIR>          REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN TERMINAL

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris
09/01/2012  14:13    <DIR>          AN ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER’S HATRED DEPICTED IN SANDRA BROWN’S NOVEL WHERE THERE’S SMOKE
09/01/2012  14:13    <DIR>          AN ERROR ANALYSIS ON THE USE OF SIMPLE PRESENT TENSE AMONG THE NINTH YEAR STUDENTS
09/01/2012  14:13    <DIR>          ANALISIS MAKNA IMPLISIT PADA NOVEL HARRY POTTER AND THE PRISONER
09/01/2012  14:13    <DIR>          EFFECTS OF PRE-QUESTIONING ON THE READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT OF THE SECOND GRADE STUDENTS
09/01/2012  14:13    <DIR>          STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT WITH TRADITIONAL ASSESSMENT AND PORTFOLIO ASSESSMENT
09/01/2012  14:13    <DIR>          TESIS-A STUDY ON TEACHING ENGLISH USING GAMES TO THE NINTH YEAR STUDENTS
09/01/2012  14:13    <DIR>          THE INFLUENCE OF THE ABILITY IN MASTERING DIALOGUE ON THE ACHIEVEMENT IN LEARNING ENGLISH TO THE SECOND YEAR STUDENTS
09/01/2012  14:13    <DIR>          THE INFLUENCE THE OF MAIN CHARACTERS’ CONFLICTS TOWARD PLOT IN OSCAR WILDE’S
09/01/2012  14:13    <DIR>          UPAYA PENINGKATAN KEEFEKTIFAN DAN EFISIENSI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Biologi
09/01/2012  14:13    <DIR>          HUBUNGAN PARTISIPASI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS V PADA SD INPRES RAPPOKALLING 2 MAKASSAR
09/01/2012  14:13    <DIR>          HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA MINAT DAN PERHATIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA SDN LABUANG BAJI I MAKASSAR
09/01/2012  14:13    <DIR>          KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENGAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MADRASAH ALIYAH PONPES NURUL HARAMAIN LOMBOK BAR
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA SD INPRES BERTINGKAT MAMAJANG I MAKASSAR
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGAJARAN IPA
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PENGAJARAN IPA BERPENGARUH SECARA EFEKTIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
09/01/2012  14:13    <DIR>          STUDI TENTANG MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI PADA SLTP NEGERI 2
09/01/2012  14:13    <DIR>          TERDAPAT HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA MINAT DAN PERHATIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA SDN LABUANG BAJI I MAKASSAR

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Elektro
09/01/2012  14:13    <DIR>          AKSES DATA YUDISIUM SEMETER-SEMETER GENAP DIJURUSAN TEKNIK ELEKTRO BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89C51
09/01/2012  14:13    <DIR>          ANALISA TRAFIK DAN PERFORMANSI PADA JARINGAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS TEKNOLOGI GSM
09/01/2012  14:13    <DIR>          KRIPTOGRAFI TWOFISH
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENDIDIKAN ELEKTRO 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENDIDIKAN ELEKTRO 6
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENERAPAN PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT MEMASANG SISTEM PERPIPAAN DAN SALURAN
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM PEMANTAUAN KETINGGIAN AIR SECARA REAL TIME BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C2051

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Fisika
09/01/2012  14:13    <DIR>          KAMERA DIGITAL KOMERSIAL KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATANNYA UNTUK PERCOBAAN OPTIKA FISIS
09/01/2012  14:13    <DIR>          PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING BERBASIS AKTIVITAS

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Kewarganegaraan
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Kewarganegaraan\KAJIAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG DIHUBUNGKAN DENGAN UU NO.32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Kimia
09/01/2012  14:13    <DIR>          APLIKASI METODE MLR DAN PCR PADA ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS ANTITOKSOPLASMA SENYAWA TURUNAN KUINOLON BERDASARKAN DESKRIPTOR TEORITIK
09/01/2012  14:13    <DIR>          DETERMINASI GAS H2S SECARA OPTIK MENGGUNAKAN REAGEN KERING TIMBAL ASETAT DENGAN TEKNIK SOL-GEL
09/01/2012  14:13    <DIR>          ESTER ASAM LEMAK
09/01/2012  14:13    <DIR>          KANDUNGAN KIMIA MINYAK ATSIRI TUMBUHAN PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB
09/01/2012  14:13    <DIR>          MODIFIKASI MEMBRAN POLY (VINYL ALKOHOL) SULFONASI DENGAN SERBUK KAYU JATI (TECTONA GRANDIS) UNTUK ADSORPSI LOGAM BERMUATAN +1, +2 DAN +3
09/01/2012  14:13    <DIR>          PEMBENTUKAN DAN KARAKTERISTIK KOMPLEKS CO(II) DENGAN OBAT ANTIBAKTERI SULFADIAZIN DAN SULFAMERAZIN
09/01/2012  14:13    <DIR>          PEMROSESAN PLASTIK FOAM MIKROSELULER YANG RAMAH LINGKUNGAN
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENENTUAN KADAR SODA YANG HILANG DI TAHAP PENCUCIAN IV PADA PROSES PEMBUATAN PULP
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGARUH CEKAMAN FE2 PLUS TINGGI TERHADAP KANDUNGAN ASAM EOLAT, OKSALAT, DAN ASKORBAT DALAM KASUS KEDELAI
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGEMBANGAN SENSOR GAS HIDROGEN SULFIDA BERBASIS REAGEN KERING TIMBAL ASETAT
09/01/2012  14:13    <DIR>          PREPARASI MEMBRAN NATA DE COCO-ETILENDIAMIN DAN STUDI KARAKTERISTIK PENGIKATANNYA TERHADAP ION CU2+
09/01/2012  14:13    <DIR>          PROFIL KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (HG) DAN TEMBAGA (CU) DALAM DAGING KUPANG BERAS
09/01/2012  14:13    <DIR>          PROFIL KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DALAM CANGKANG KUPANG BERAS
09/01/2012  14:13    <DIR>          STUDI PENENTUAN LOGAM TEMBAGA (CU) DAN SENG (ZN) PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX [L] MERRIL) SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Matematika
09/01/2012  14:13    <DIR>          APLIKASI LOGIKA MATEMATIKA PADA PENYUSUNAN JARINGAN LISTRIK
09/01/2012  14:13    <DIR>          HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECERDASAN, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN KEBIASAAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA
09/01/2012  14:13    <DIR>          PEMBELAJARAN TEMATIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD NEGERI 034 SAMARINDA ULU
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS I SMP NEGERI I TALIWANG SUMBAWA BARAT PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM-BASED INSTRUCTION) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMU
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP ADVENT VII JAKARTA
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PANGKAT RASIONAL ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PETA KONSEP DAN UMPAN BALIK DENGAN YANG MENDAPAT PETA KONSEP TANPA UMPAN BALIK
09/01/2012  14:13    <DIR>          STUDI PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA POKOK BAHASAN RUANG DIMENSI TIGA DI KELAS X MA MIFTAHUL ISHLAH
09/01/2012  14:13    <DIR>          TINGKAT PENGUASAAN OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN MURID KELAS VI SDN 227 LAROMPONG

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Teknik Elektro
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pendidikan Teknik Elektro\PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pengembangan Sumber Daya Manusia

09/01/2012  14:13    <DIR>          JUST IN TIME DAN PERKEMBANGANNYA DALAM PERUSAHAAN INDUSTRI
09/01/2012  14:13    <DIR>          PENGARUH WIRAUSAHA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR INDIVIDU PADA DISTRIBUTOR MLM

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pengembangan Sumber Daya Manusia\JUST IN TIME DAN PERKEMBANGANNYA DALAM PERUSAHAAN INDUSTRI

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Pengembangan Sumber Daya Manusia\PENGARUH WIRAUSAHA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR INDIVIDU PADA DISTRIBUTOR MLM

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perbandingan Agama
09/01/2012  14:13    <DIR>          INKULTURASI MUSIK LITURGI DI INDONESIA PASCA KONSILI VATIKAN II
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perbandingan Agama\INKULTURASI MUSIK LITURGI DI INDONESIA PASCA KONSILI VATIKAN II

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perbankan

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perbankan Syariah

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perhotelan
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERHOTELAN 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERHOTELAN 2
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERHOTELAN 3
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERHOTELAN 4
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERHOTELAN 5
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERHOTELAN 6

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perikanan
Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perikanan\PERIKANAN 1

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Perkapalan
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 10
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 11
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 12
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 13
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 2
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 3
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 4
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 5
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 6
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 7
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 8
09/01/2012  14:13    <DIR>          PERKAPALAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi PPKN
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 10
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 11
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 2
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 3
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 4
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 5
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 6
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 7
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 8
09/01/2012  14:13    <DIR>          PPKN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Psikologi
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 10
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 11
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 12
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 13
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 14
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 15
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 16
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 17
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 18
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 19
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 2
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 20
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 21
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 22
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 23
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 24
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 25
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 27
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 28
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 29
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 3
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 30
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 31
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 32
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 33
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 34
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 35
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 36
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 37
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 38
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 39
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 4
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 40
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 41
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 42
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 43
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 5
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 6
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 7
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 8
09/01/2012  14:13    <DIR>          PSIKOLOGI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sains Kebumian
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 2
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 3
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 4
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 5
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 6
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 7
09/01/2012  14:13    <DIR>          SAINS KEBUMIAN 8

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sistem Informasi
09/01/2012  14:13    <DIR>          Skripsi Sistem Informasi —– EDISI 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Sistem Informasi —– EDISI 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          Skripsi Sistem Informasi —– EDISI 3

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sistem Informasi\Skripsi Sistem Informasi —– EDISI 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 1
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 10
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 11
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 12
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 13
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 14
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 15
09/01/2012  14:13    <DIR>          SISTEM INFORMASI 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 20
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 21
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 22
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 23
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 24
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 25
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 26
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 27
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 28
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 29
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 30
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 31
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 33
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 34
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 35
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 36
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 37
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 38
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 39
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 40
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 41
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 42
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 43
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 44
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 45
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 46
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 47
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 48
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sistem Informasi\Skripsi Sistem Informasi —– EDISI 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 12
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 13
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 14
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 15
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sistem Informasi\Skripsi Sistem Informasi —– EDISI 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 12
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 13
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 14
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 15
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 20
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 21
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 22
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 23
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 24
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 25
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 26
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 27
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 28
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 29
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 30
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 31
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM INFORMASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sistem Komputer

09/01/2012  14:12    <DIR>          .
09/01/2012  14:12    <DIR>          ..
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          SISTEM KOMPUTER 8

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Sosiologi
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 12
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 13
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 14
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 15
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          SOSIOLOGI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Syariah
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 12
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 13
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 14
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 15
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 20
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 21
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 22
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 23
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 24
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 25
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 26
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 27
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 28
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 29
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 30
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 31
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 32
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          SYARIAH 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Tafsir Hadis
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          TAFSIR HADIS 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Tarbiyah
09/01/2012  14:12    <DIR>          .
09/01/2012  14:12    <DIR>          ..
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 12
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 13
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 14
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 15
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 20
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          TARBIYAH 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Tata Negara
09/01/2012  14:12    <DIR>          TATA NEGARA 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          TATA NEGARA 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          TATA NEGARA 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          TATA NEGARA 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          TATA NEGARA 5

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teacher Training And Education
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEACHER TRAINING AND EDUCATION

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Arsitektur
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ARSITEKTUR 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ARSITEKTUR 2

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Elektro
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 1
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 10
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 11
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 12
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 13
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 14
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 15
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 16
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 17
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 18
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 19
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 2
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 20
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 21
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 22
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 23
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 24
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 25
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 26
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 27
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 28
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 29
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 3
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 30
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 31
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 32
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 33
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 34
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 35
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 36
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 37
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 38
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 39
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 4
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 40
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 41
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 42
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 43
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 44
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 45
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 46
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 47
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 48
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 49
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 5
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 50
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 51
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 52
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 53
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 54
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 55
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 56
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 57
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 58
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 59
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 6
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 60
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 61
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 62
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 63
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 64
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 65
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 66
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 67
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 68
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 69
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 7
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 70
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 71
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 72
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 73
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 74
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 75
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 76
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 77
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 78
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 79
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 8
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 80
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 81
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 82
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 83
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 84
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 85
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 86
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 87
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 88
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 89
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 9
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 90
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 91
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 92
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 93
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 94
09/01/2012  14:12    <DIR>          TEKNIK ELEKTRO 95

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Industri
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 1
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 10
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 11
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 12
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 13
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 14
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 2
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 3
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 4
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 5
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 6
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 7
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 8
09/01/2012  14:11    <DIR>          TEKNIK INDUSTRI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Informatika
09/01/2012  14:11    <DIR>          ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PENGISIAN FORMULIR RENCANA STUDI SECARA ONLINE DI STIMIK PERBANAS
09/01/2012  14:11    <DIR>          ANALISIS PERBANDINGAN PENELUSURAN SECARA DEPTH FIRST SEARCH PADA GRAF DENGAN ALGORITMA REKURSIF DAN NON-REKURSIF
09/01/2012  14:11    <DIR>          APLIKASI PENCATATAN KEHADIRAN MAHASISWA MENGGUNAKAN SIDIK JARI
09/01/2012  14:11    <DIR>          APLIKASI TEXT TO SPEECH (TTS) BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMBACA SMS
09/01/2012  14:11    <DIR>          IMPLEMENTASI METRIK PADA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK
09/01/2012  14:11    <DIR>          IMPLEMENTASI PENGAMANAN BASIS DATA DENGAN TEKNIK ENKRIPSI
09/01/2012  14:11    <DIR>          KOMPRESI FILE WAVE DENGAN ALGORITMA HUFFMAN
09/01/2012  14:11    <DIR>          LAPORAN PRAKTIKUM
09/01/2012  14:11    <DIR>          MIKROKONTROLLER SEBAGAI PENGENDALI KELISTRIKAN GEDUNG DENGAN TIMER KONTROL
09/01/2012  14:11    <DIR>          PC CLONNING MELALUI PORT USB DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BETWIN
09/01/2012  14:11    <DIR>          PEMBANGUNAN SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE DENGAN WML DAN PHP UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB KERUSAKAN MESIN ISUZU PANTHER
09/01/2012  14:11    <DIR>          PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK PENJUALAN BARANG ELEKTRONIK
09/01/2012  14:11    <DIR>          PEMBUATAN SOFTWARE HARDDISK PROTECTION
09/01/2012  14:11    <DIR>          PEMBUATAN WEBSITE INFORMASI PENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL KOTA MOJOKERTO DENGAN PHP DAN MYSQL
09/01/2012  14:11    <DIR>          PEMBUATAN WEBSITE MEDIA INFORMASI UNTUK LEMBAGA PENDIDIKAN KURSUS
09/01/2012  14:11    <DIR>          PENERAPAN POHON PELACAKAN DALAM MENCARI LINTASAN YANG DAPAT DILALUI OLEH SEEKOR SEMUT PADA BIDANG KARTESIAN
09/01/2012  14:11    <DIR>          PENGONTROL SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN APLIKASI CASH REGISTER MENGGUNAKAN VISUAL FOXPRO
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN APLIKASI KRIPTOGRAPHY ADVANCED ENCRYPTION STANDARD
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KOMUNIKASI SERIAL HANDPHONE DENGAN MIKRO SEBAGAI ALAT KONTROL JARAK JAUH
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN DATA KEPEGAWAIAN MENGGUNAKAN SISTEM MENU PULL
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN HARDWARE DAN SOFTWARE ROBOT PEMADAM API
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK BELAJAR BAHASA MANDARIN DAN WEBSITE PROMOSI
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN KALKULUS PROPOSISI
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN KRIPTOGRAFI METODA GOST
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PERMAINAN HALMA PADA NETWORK
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PERMAINAN STRATEGI BATTLE SHIP PADA JARINGAN
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN PROGRAM PEMUTARAN LAGU MP3 DENGAN ACTIVEX OBJECT
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PENJUALAN DAN PERSEDIAAN PADA PT GOLDEN BETELNUT
09/01/2012  14:11    <DIR>          PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BARANG DI KOPERASI MAHASISWA
09/01/2012  14:10    <DIR>          PERANGKAT LUNAK BANTU PENYELESAIAN MASALAH STATE AND SPACE
09/01/2012  14:10    <DIR>          PERANGKAT LUNAK PEMBANTU TRANSAKSI JUAL – BELI KENDARAAN (RODA EMPAT ATAU LEBIH) DI SHOWROOM PRASASTI ABADI MOTOR
09/01/2012  14:10    <DIR>          PERANGKAT LUNAK PENGELOLAAN DATA COUNTER HP DI V-COMM CELLULAR SHOP
09/01/2012  14:10    <DIR>          PERANGKAT LUNAK PENYELESAIAN PERMAINAN PERGESERAN ANGKA DALAM BINTANG KEJORA
09/01/2012  14:10    <DIR>          PERANGKAT LUNAK SIMULASI PENGONTROLAN KESALAHAN DENGAN METODE ARQ
09/01/2012  14:10    <DIR>          PROGRAM APLIKASI BASIS DATA FUZZY
09/01/2012  14:10    <DIR>          RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KAMUS INDONESIA
09/01/2012  14:10    <DIR>          SIMULASI VENDING MACHINE
09/01/2012  14:10    <DIR>          SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN CABANG PANDAAN
09/01/2012  14:10    <DIR>          SISTEM KOMPUTERISASI SUPLIER MELATI GAMBIR ARUM BUNGA PURBALINGGA
09/01/2012  14:10    <DIR>          SISTEM PENJUALAN DISTRO ONLINE (ECOMMERCE)
09/01/2012  14:10    <DIR>          SISTEM PERWALIAN BERBASIS WEB
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 39
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 55
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 56
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 64
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 66
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 82
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK INFORMATIKA 83
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK PEMBUATAN ANTI VIRUS DENGAN METODE PENCARIAN HEADER FILE DATA SIZEOFCODE DAN ADDRESOFENTRYPOINT SEBAGAI PATTERN VIRUS

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Komputer
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 1
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 10
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 11
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 12
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 13
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 2
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 3
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 4
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 5
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 6
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 7
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 8
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK KOMPUTER 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Mesin
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 1
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 10
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 11
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 12
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 13
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 14
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 15
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 16
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 17
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 18
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 19
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 2
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 20
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 21
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 22
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 23
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 24
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 3
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 4
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 5
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 7
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 8
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK MESIN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Metalurgi
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK METALURGI 1
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK METALURGI 2
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK METALURGI 3
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK METALURGI 4
09/01/2012  14:10    <DIR>          TEKNIK METALURGI 5
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK METALURGI 6
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK METALURGI 7
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK METALURGI 8
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK METALURGI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Pertanian
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 1
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 10
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 11
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 12
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 13
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 14
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 2
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 3
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 4
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 5
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 6
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 7
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 8
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK PERTANIAN 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Sipil
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 1
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 2
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 3
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 4
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 5
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 6
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 7
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK SIPIL 8

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Teknik Telekomunikasi
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 1
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 10
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 11
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 4
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 5
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 6
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 7
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 8
09/01/2012  14:09    <DIR>          TEKNIK TELEKOMUNIKASI 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Skripsi\Skripsi Tesis
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 1
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 10
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 11
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 12
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 2
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 3
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 4
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 5
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 6
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 7
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 8
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS 9

Directory of D:\skripsi\dvd1\Update\NEW SKRIPSI
09/01/2012  14:09    <DIR>          ADSORBSI LIMBAH ZAT WARNA TEKSTIL JENIS PROCION RED MX 8B OLEH KITOSAN DAN KITOSAN SULFAT HASIL DEASETILASI
09/01/2012  14:09    <DIR>          ALAT PENGHITUNG PEMAKAIAN LISTRIK DIGITAL DALAM RUPIAH
09/01/2012  14:09    <DIR>          ALGORITMA ENKRIPSI RIVEST CODE 5 (RC-5)
09/01/2012  14:09    <DIR>          AN ERROR ANALYSIS ON THE USE OF SIMPLE PRESENT TENSE AMONG THE NINTH YEAR STUDENTS
09/01/2012  14:09    <DIR>          ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PEMASARAN ONLINE PADA
09/01/2012  14:09    <DIR>          ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK
09/01/2012  14:09    <DIR>          ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT INVESTASI PADA BANK UMUM
09/01/2012  14:09    <DIR>          ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA BANK MANDIRI
09/01/2012  14:09    <DIR>          ANALISIS PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA TOKO DUA MOTOR
09/01/2012  14:09    <DIR>          ANALISIS REAKSI PASAR MODAL INDONESIA AKIBAT PERISTIWA BOM
09/01/2012  14:09    <DIR>          APLIKASI LISTRIK PRABAYAR PADA APARTEMEN
09/01/2012  14:09    <DIR>          DATA WAREHOUSE AKADEMIK
09/01/2012  14:09    <DIR>          DUMMY LOAD SEBAGAI ALAT PROTEKSI GENERATOR INDUKSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO
09/01/2012  14:09    <DIR>          EFEKTIVITAS VCD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
09/01/2012  14:09    <DIR>          HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN RUHANIAH DENGAN ALTRUISME PADA MAHASISWA
09/01/2012  14:09    <DIR>          HUBUNGAN BIAYA SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGUKURAN NILAI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PELAPORAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA
09/01/2012  14:09    <DIR>          HUBUNGAN PERILAKU KERJA PADA PENGEMUDI TAKSI BLUE BIRD DENGAN KECELAKAAN KERJA DI POOL WARUNG BUNCIT BLUE BIRD GROUP
09/01/2012  14:09    <DIR>          IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALU
09/01/2012  14:09    <DIR>          KEMAMPUAN  MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA
09/01/2012  14:09    <DIR>          KENDALI INTENSITAS LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535
09/01/2012  14:09    <DIR>          MEMBANGUN JARINGAN PC CLONING MENGGUNAKAN
09/01/2012  14:09    <DIR>          METODE CERITA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI TAMAN KANAK-KANAK
09/01/2012  14:09    <DIR>          MIKROKONTROLLER SEBAGAI PENGENDALI KELISTRIKAN GEDUNG DENGAN TIMER KONTROL
09/01/2012  14:09    <DIR>          MODIFIKASI MEMBRAN POLY(VINYL ALKOHOL)-SULFONASI DENGAN SERBUK KAYU JATI (TECTONA GRANDIS) UNTUK ADSORPSI LOGAM BERMUATAN +1, +2 DAN +3
09/01/2012  14:09    <DIR>          OBEDIENCE, COMPLIANCE, COMFORMITY, ACCEPTANCE MASYARAKAT
09/01/2012  14:09    <DIR>          PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH
09/01/2012  14:09    <DIR>          PELAKSANAAN PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
09/01/2012  14:09    <DIR>          PEMBANGUNAN APLIKASI  PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH
09/01/2012  14:09    <DIR>          PEMERIKSAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENELITIAN PEMROSESAN PLASTIK MIKROSELULER
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK KONSTRUKSI PADA PELAKSANAAN PENGECATAN PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENERAPAN PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT MEMASANG SISTEM PERPIPAAN  DAN SALURAN (MSPS)
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH BUDAYA KAIZEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN KUALITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ALKOHOL
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA SLTP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH PEMBERIAN TUGAS SETIAP AKHIR PERTEMUAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH PENERAPAN KINERJA BAURAN PEMASARAN TERHADAP PEMBENTUKAN LOYALITAS PELANGGAN PADA BUTIK BUSANA MUSLIM
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP DAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP PROFITABILITAS
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGARUH PRESTASI PENDIDIKAN AGAMA TERHADAP TINGKAT KENAKALAN SISWA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU AGAM ISLAM DI SEKOLAH
09/01/2012  14:09    <DIR>          PENGGUNAAN MODEL SYNECTIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERAN DPR DALAM PENGANGKATAN DUTA BESAR RI
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERANAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR SISWA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN IPV6 DI ITS-NET DENGAN SISTEM OPERASI LINUX
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERANGKAT LUNAK PEMBANTU PENJUALAN KENDARAAN
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PANGKAT RASIONAL ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PETA KONSEP DAN UMPAN BALIK DENGAN YANG MENDAPAT PETA KONSEP TANPA UMPAN BALIK
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI FLOORING PADA PT RIMBA KARYA RAYATAMA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PERSEPSI GURU MATEMATIKA TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) MATA PELAJARAN MATEMATIKA
09/01/2012  14:09    <DIR>          PESAN KOMUNIKASI POLITIK ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR)
09/01/2012  14:09    <DIR>          PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING BERBASIS AKTIVITAS
09/01/2012  14:09    <DIR>          PROFIL KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI ( HG ) DAN TEMBAGA (CU) DALAM DAGING KUPANG BERAS
09/01/2012  14:09    <DIR>          PROTOTIPE STERILISATOR OPTIS DENGAN MIKROKONTROLER AT89C51
09/01/2012  14:09    <DIR>          SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB
09/01/2012  14:09    <DIR>          SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG
09/01/2012  14:09    <DIR>          SISTEM INFORMASI POSISI  HOTEL DAN KULINER DI KOTA BANDUNG BERBASIS WEB
09/01/2012  14:09    <DIR>          SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA PADA JARINGAN KOMPUTER
09/01/2012  14:09    <DIR>          SISTEM PENGOLAHAN DANA PENSIUNAN GURU
09/01/2012  14:09    <DIR>          SOFTWARE HARDDISK PROTECTION
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS-A STUDY ON TEACHING ENGLISH USING GAMES TO THE NINTH YEAR STUDENTS
09/01/2012  14:09    <DIR>          TESIS-PENGARUH EKSPOR, IMPOR DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN TIMUR
09/01/2012  14:09    <DIR>          TINJAUAN PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN
09/01/2012  14:09    <DIR>          TINJAUAN TENTANG PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM PERSIDANGAN DAN IMPLIKASI YURIDISNYA
09/01/2012  14:09    <DIR>          TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENAHANAN ATAS AUNG SAN SUU KYI OLEH PEMERINTAH MYANMAR MENURUT INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS

DVD II

10/01/2012  08:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 1 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 10 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 100 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 101 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 102 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 103 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 104 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 105 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:09    <DIR>          Skripsi Indonesia 106 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 107 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 108 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 109 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 11 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 110 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 111 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 112 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 113 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 114 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 115 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 116 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 117 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 118 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 119 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 12 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 120 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 121 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 122 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 123 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 124 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 125 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 126 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 127 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 128 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 129 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 13 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 130 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 131 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 132 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 133 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 134 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 135 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 136 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 137 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 138 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 139 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 14 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 140 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 141 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 142 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 143 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 144 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 145 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 146 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 147 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 148 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 149 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 15 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 150 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:08    <DIR>          Skripsi Indonesia 151 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 152 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 153 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 154 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 155 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 156 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 157 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 158 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 159 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 16 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 160 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 161 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 162 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 163 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 164 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 165 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 166 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 167 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 168 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 169 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 17 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 170 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 171 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 172 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 173 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 174 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 175 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 176 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 177 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 178 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 179 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 18 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 180 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 181 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:07    <DIR>          Skripsi Indonesia 182 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 183 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 184 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 185 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 186 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 187 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 188 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 189 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 19 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 190 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 191 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 192 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 193 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 194 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 195 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 196 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 197 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 198 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 199 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 2 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 20 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 200 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 201 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 202 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 203 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 204 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 205 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 206 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 207 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 208 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 209 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:06    <DIR>          Skripsi Indonesia 21 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 210 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 211 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 212 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 213 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 214 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 215 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 216 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 217 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 218 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 219 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 22 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 220 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 221 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 222 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 223 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 224 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 225 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 226 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 227 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 228 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 229 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 23 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 230 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 231 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 232 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 233 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 234 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 235 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 236 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 237 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 238 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 239 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 24 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 240 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 241 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 242 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 243 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 244 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 245 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 246 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 247 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 248 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 249 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 25 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 250 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 251 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 26 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 27 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 28 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 29 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 3 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 30 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 31 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 32 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 33 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 34 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 35 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 36 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 37 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 38 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 39 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 4 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 40 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 41 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 42 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 43 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 44 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 45 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:05    <DIR>          Skripsi Indonesia 46 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 47 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 48 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 49 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 5 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 50 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 51 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 52 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 53 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 54 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 55 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 56 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 57 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 58 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 59 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 6 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 60 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 61 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 62 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 63 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 64 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 65 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 66 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 67 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 68 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 69 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 7 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 70 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 71 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 72 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 73 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 74 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 75 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 76 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 77 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 78 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 79 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 8 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 80 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 81 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 82 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 83 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 84 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 85 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 86 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 87 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 88 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 89 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 9 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 90 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 91 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 92 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 93 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 94 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 95 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 96 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 97 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 98 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)
09/01/2012  14:04    <DIR>          Skripsi Indonesia 99 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)

Directory of D:\skripsi\dvd2\Skripsi Indonesia 1 (Skripsi Hanya Untuk Refrensi)

Posted in Administras niaga, Administrasi Negara, Administrasi Publik, Agama Islam, Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Biologi, Ekonomi Keuangan, Ekonomi Manajemen, Ekonomi Pemasaran, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi SDM, Ekonomi Syariah, Gizi Masyarakat, Hukum, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, industri Bisnis, Kedokteran, Keperawatan, Keuangan, Komunikasi, Manajemen, Matematika, Pemasaran, Pemerintahan, Pendidikan, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Elektro, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Kimia, Pengembangan SDM, Perhotelan, Perikanan, Perkapalan, Pertambangan, Pertanian, PPKN, Psikologi, Sastra ingggris, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Tehnik elektro, Tehnik Industri, Tehnik Informatika, Tehnik Sipil, Uncategorized | Leave a comment

Peningkatan Kinerja Aparatur pemerintahan (AN01)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan paradigma studi ilmu administrasi negara sangat cepat dan mengikuti perubahan lingkungan yang mempengaruhinya. Seperti studi yang sistematis yang dilakukan oleh Nicholas Henry (1995) yang mengelompokkan paradigma administrasi negara atas; (a) dikhotami politik administrasi, (b) paradigma prinsip-prinsip administrasi negara, (c) paradigma administrasi negara sebagai ilmu politik, (d) paradigma administrasi negara sebagai ilmu administrasi, dan  (e) paradigma administrasi negara sebagai ilmu administrasi negara sampai pada tahun 1970. Setelah tahun 1970, paradigma administrasi negara berkembang menjadi paradigma administrasi pembangunan (J.B Kritiadi:1997). Dalam paradigma ini peran pemerintah dalam pembangunan negara-negara berkembang sangatlah besar. Oleh karena itu menurut Abdullah (1984) peran administrasi pembangunan dalam proses pembangunan adalah sebagai ”Agen of Change”. Hal ini berarti proses perencanaan, perumusan kebijaksanaan, implementasi dan pengendalian pelaksanaan pembangunan semuanya dilakukan oleh pemerintah.

Studi yang dilakukan oleh David Osborne dan Gaebler (1992) menggugat tesis tersebut, bahwa pemerintah tidaklah cukup mampu untuk melakukan sendiri kegiatan sektor  publik; pemerintah tidak memiliki cukup biaya untuk membiayai kegiatan sektor publik. Oleh karena itu keterlibatan unsur swasta, masyarakat dan kelembagaan masyarakat lainya dalam menyelenggarakan sektor publik merupakan pilihan tepat untuk menciptakan efisiensi, efektifitas, pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Dari sinilah peran pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan sektor publik berubah, dimana tidak hanya pemerintah yang terlibat dalam proses pembangunan, tetapi pihak swasta, kelembagaan masyarakat dan LSM merupakan tiga pilar utama yang harus berperan aktif dalam melakukan proses pembangunan.

Salah satu fungsi pemerintah yang utama adalah menyelenggarakan pelayanan umum sebagai wujud dari tugas umum pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Birokrasi merupakan instrumen pemerintah untuk mewujudkan pelayanan publik yang efisien, efektif, berkeadilan, transparan dan akuntabel. Hal ini berarti bahwa untuk mampu melaksanakan fungsi pemerintah dengan baik maka organisasi birokrasi harus profesional, tanggap, aspiratif terhadap berbagai tuntutan masyarakat yang dilayani. Seiring dengan hal tersebut pembinaan aparatur negara dilakukan secara terus menerus, agar dapat menjadi alat yang efisien dan efektif, bersih dan berwibawa, sehingga mampu menjalankan tugas-tugas umum pemerintah maupun untuk menggerakkan pembangunan secara lancar dengan dilandasi semangat dan sikap pengabdian terhadap masyarakat.

Seiring dengan hal tersebut Abdullah (1984) mengatakan bahwa determinan penting untuk meningkatkan kinerja birokrasi pemerintah adalah dibutuhkan ”Infra-Struktur Admnistrasi” yang memiliki kesiapan dan ketangguhan pada semua tingkatan dan tahapan yang meliputi : (a) organisasi pelaksana yang berintikan birokrasi yang mantap dan tangguh; (b) sistem administrasi atau tata laksana yang efektif dan efisien; dan (c) susunan aparatur atau personalia yang berkemampuan tinggi dari segi profesional, orientasional yang disertai rasas dedikasi yang tinggi. Hal ini berarti bahwa kinerja birokrasi pemerintah dalam merencanakan, mengimplementasikan dan evaluasi serta pengendalian proses pembangunan dan pelayanan masyarakat sangat ditentukan oleh faktor kelembagaan, ketatalaksanaan, sumber daya manusia, aparatur dan dukungan sarana dan prasarana yang tersedia.

Sorotan tajam tentang kinerja birokrasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik menjadi wacana yang aktual dalam studi administrasi negara akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan dan pada sisi lain munculnya konsep privatisasi, swastanisasi, kontak kerja yang pada intinya ingin meminimalkan campur tangan pemerintah yang terlalu besar dalam pelayanan publik (Savas, 1983, Osborne, 1992).

Studi yang dilakukan oleh Savas (1983), LAN Jawa Barat (1999) menunjukkan bahwa kinerja birokrasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik lebih rendah ketimbang yang dilakukan oleh pihak swasta atau kelembagaan masyarakat lainnya. Bahkan Savas mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah mengarahkan bukan mengayuh perahu. Memberikan pelayanan adalah mengayuh dan pemerintah tidaklah pandai mengayuh.

Di kalangan masyarakat masih terdapat keluhan berbagai pelayanan pemerintah (birokrasi) bahkan pameo masyarakat mengatakan bahwa kalau bisa dipersulit mengapa harus dipermudah dan bila ada pilihan lain untuk mendapat KTP selain dari Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan, maka saya akan memilih ke Supermaket karena disana pegawainya ramah, suka senyum, menanyakan apa yang dapat dibantu. Sebaliknya kalau anggota warga masyarakat ke kantor Kelurahan atau Kecamatan sangat paradoksal dengan apa yang terjadi di Supermaket untuk mendapat pelayanan (Zanapiha, 1999).

Selama ini seperti yang diakui oleh Moestopadidjaja (1997) bahwa pelayanan publik oleh birokrasi cenderung dipersulit, prosedur berbelit-belit, rendahnya ketidakpastian   waktu  pelayanan. Gejala ini oleh Bryant dan White (1987) sebagai suatu gejala ketidak mampuan administratif, umumnya terjadi di Negara-negara sedang berkembang.

Penilaian kinerja birokrat pemerintah selama ini cenderung didasarkan pada faktor-faktor input seperti jumlah pegawai, anggaran, peraturan perundangan dan termasuk pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan; dan bukan pada faktor-faktor output atau outcomes-nya, misalnya tingkat efisiensi biaya, kualitas layanan, jangkauan dan manfaat pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu dalam praktek penyelenggaraan pelayanan publik masih terdapat berbagai masalah antara lain perbedaan antara kinerja yang diharapkan (intended perfomance) dengan praktek sehari-hari (actual perfomance), perbedaan antara tuntutan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan pelayanan aparatur pemerintah, perbedaan antara keterbatasan sumber daya anggaran pemerintah dengan kebocoran pada tingkat pelaksanaanya (LAN Jawa Barat, (1999). Studi lainnya dilakukan oleh Hardjo Soekarto (1999) menunjukkan bahwa pelayanan publik selama ini masih menunjukkan mental model birokrat sebagai yang di layani oleh masyarakat, bukan  justru sebaliknya aparat yang harus melayani masyarakat. Hal ini terjadi karena pendekatan kekuasaan birokrasi lebih dominan ketimbang keberadaan aparatur sebagai pelayan masyarakat. Kekuasaan birokrat sangat kuat sekali dan bahkan tak ada organisasi sosial kemasyarakatan yang mampu mengontrolnya sehingga praktek penyelenggaraan pelayanan publik selama ini yang menjadi beban masyarakat dan birokrat cenderunng melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Mohammad, 1999).

Sementara itu peran aparatur negara (birokrasi) sejak beberapa dekade yang lalu lebih disiarkan sebagai penyandang dua peran yaitu sebagai Abdi Negara dan sebagai Abdi masyarakat dan peran sebagai abdi negara menjadi sangat dominan ketimbang peran sebagai abdi masyarakat. Siklus pelayanan lebih berakses ke kekuasaan birokrasi ketimbang melayani masyarakat. Akibatnya aparatur cenderung melayani dirinya sendiri dan meminta layanan dari masyarakat (Thoha, 1993, Idrus, 1995). Berkaitan dengan hal ini Kaufman (1976) mengatakan bahwa tugas aparatur sebagai pelayan harus lebih diutamakan terutama yang berkaitan dengan mendahulukan kepentingan umum, mempermudah urusan masyarakat, mempersingkat waktu proses pelaksanaan urusan publik dan memberikan kepuasan publik.

Berdasarkan studi yang dilakukan LAN Sulsel (1997) menunjukkan bahwa pelayanan aparat birokrat terhadap masyarakat/ dunia usaha masih menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). Hal ini dapat dilihat dari terdapatnya 4.396 jenis pungutan yang dilakukan aparatur mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Dari jumlah pungutan tersebut, sekitar 27% dari total biaya produksi dialokasikan untuk memperoleh pelayanan aparatur. Hal ini menunjukkan birokrat menjadi penghambat bagi tumbuhnya daya asing masyarakat itu sendiri.

Tjokroamidjojo (1988) mengidentifikasi ada empat faktor besar yang menghambat  efisiensi administrasi negara (birokrasi), yaitu : (1) kecenderungan membengkaknya birokrasi baik dalam arti struktur maupun luasnya campur tangan terhadap kehidupan masyarakat, (2) lemahnya kemampuan manajemen pembangunan baik dalam perencanaan, pelaksanaan, koordinasi, dan pengawasan, dan (3) rendahnya produktivitas pegawai negeri. Sementara Siagian (1987), mengidentifikasikan ada tiga jenis kelemahan yang melekat pada pegawai negeri (birokrat) kita, adalah (1) kemampuan manajerial, yaitu kurangnya kemampuan memimpin, menggerakkan bawahan, melakukan koordinasi dan mengambila keputusan, (2) kemampuan teknis, yaitu kurangnya kemampuan untuk secara terampil melakukan tugas-tugas, baik yang bersifat rutin, maupun yang bersifat pembangunan, dan (3) kemampuan teknologis, yaitu kurangnya kemampuan untuk memanfaatkan hasil-hasil penemuan teknologi dalam pelaksanaan tugas.

Penelitian LAN Perwakilan Sulawesi Selatan (2000) tentang tingkat kemampuan tenaga perencana Pembangunan di Kawasan Timur Indonesia menunjukkan bahwa kemampuan tenaga perencana pembangunan masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya iklim organisasi yang mendukung berkembangnya kemampuan pegawai, tak ada kebijakan tentang jabatan fungsional perencana dan rendahnya penghargaan pemerintah terhadap jabatan tersebut sehingga motivasi tenaga perencana untuk mengembangkan diri masih rendah. Studi lain adalah yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa profesionalisme pegawai rendah, baik dilihat dari tingkat pendidika, pengalaman, produktivitas kerja, ataupun disiplin kerja terbukti rendah (PPK-UGM, 1991/1992:2). Penelitian yang sama oleh FISIPOL-UGM pada kantor Bappeda di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Lombok menemukan bahwa penampilan Bappeda sangat dipengaruhi oleh para aparatnya dalam menjalankan fungsi-fungsi perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi; juga oleh tingkat profesionalisme pegawai, organisasi dan mutu kepemimpinan dalam lembaganya (FISIPOL-UGM, 1991:4).

Studi empiris lain yang berkaitan dengan kinerja organisasi pemerintah dilihat dari pendekatan proses misalnya penelitian yang dilakukan oleh Baddu (1994), suatu analisis tentang prestasi kerja dan hubungannya dengan kepuasaan dan semangat kerja pada Kantor Setwilda Tk. I Sul-Sel, penelitian yang dilakukan oleh Thahir, M.M. (1997), suatu analisis tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai pada kantor Kopertis Wilayah IX Ujung Pandang.

Beberapa penelitian empiris di atas baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun yang dilakukan oleh kalangan akademik menunjukkan bahwa penelitian tentang kinerja birokrasi pemerintah dilihat dari sudut pendekatan proses masih bersifat parsial, yaitu hanya berkaitan dengan analisis pada tingkat individu pegawai, tetapi belum melihat secara komprehensif dari sudut kinerja birokrasi pemerintah secara keseluruhan.

Semua ini menunjukkan bahwa kerja birokrasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik masih memerlukan kajian yang mendalam dan sungguh-sungguh sehingga peran birokrasi sebagai instrumen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dapat diwujudkan.

Kasus pelayanan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten khususnya di Kabupaten Bone menarik dikaji terutama yang berkaitan dengan perumusan kebijakan, implementasi, pengendalian dan evaluasi melibatkan birokrat daerah (lokal). Disamping itu pula pelayanan pendidikan ini menyentuh kebutuhan seluruh masyarakat.

Penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi dan menjelaskan fenomena kinerja birokrasi pemerintah kasus pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dengan menggunakan pendekatan proses (internal process approach), terutama memahami dan menjelaskan fenomena dalam hal efisiensi pelayanan, kerja, kerjasama tim, dan hubungan pimpinan dengan bawahan. Variabel kinerja ini penting diteliti karena didasarkan atas alasan bahwa kinerja output yang diberikan kepada lingkungan akan sangat tergantung pada tinggi rendahnya kinerja proses. Hal ini berarti organisasi birokrasi pemerintah tak dapat meningkat kebertanggungjawabannya (accountability), kepercayaan, menciptakan keadilan, efektivitas eksternal dan kepuasan masyarakat sebagai indikator kinerja eksternalnya tanpa memiliki kinerja internal yang baik.

 

 

 

  1. A.    Rumusan Masalah
  2. B.     Tujuan Penelitian
    1. Untuk mengetahui kinerja birokrasi pemerintahan khususnya berkaitan dengan efesiensi organisasi, kerjasama tim, dan hubungan pimpinan dengan bawahan pada Dinas Pendidikan di Kabupaten Bone
    2. Untuk mengetahuai faktor yang mendukung dan menghambat kinerja birokrasi pemerintah khususnya berkaitan dengan efesiensi pelayanan, kerjasama tim, dan hubungan pimpinan dengan bawahan kasus pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bone
  3. C.    Manfaat Penelitian
  1. Bagaimana kinerja birokrasi pemerintah khususnya berkaitan dengan efesiensi organisasi, kerjasama tim, dan hubungan pimpinan dengan bawahan pada Dinas Pendidikan di Kabupaten Bone ?
  2. Faktor apa yang mendukung dan menghambat kinerja birokrasi pemerintah khususnya berkaitan dengan efesiensi pelayanan, kerjasama tim, dan hubungan pimpinan dengan bawahan pada  Dinas Pendidikan Kabupaten Bone ?
  1. Secara akademik; sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang mengkaji kinerja birokrasi pemerintah pada masa yang akan datang .
  2. Secara metodologi; penelitian ini memperkaya indikator pengukuran tentang kinerja birokrasi pemerintah khususnya dilihat dalam sudut pandang pendekatan proses.
  3. Secara praktis; penelitian ini dapat menjadi bahan untuk evaluasi kinerja instansi Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dalam menyempurnakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik pada masa datang.

 

……

 

Posted in Administrasi Negara | Leave a comment

Administrasi Bisnis Sebuah Rumah Sakit (AB01)

PENDAHULUAN

Sebuah rumah sakit memiliki unit-unit bisnis sebagai pusat pelayanan pasien dengan kekhususan masing-masing, salah satu unit bisnis tersebut adalah instalasi laboratorium patologi klinik. Instalasi laboratorium patologi klinik rumah sakit bertugas melakukan pemeriksaan sample darah, urine atau feses pasien untuk menunjang diagnosa penyakit pasien. Instalasi ini mengoperasikan alat-alat diagnostik kedokteran canggih untuk pemeriksaan hematologi, kimia klinik dan imunologi-serologi.

Saat ini posisi instalasi laboratorium klinik sebuah rumah sakit sangatlah strategis dikarenakan instalasi laboratorium dapat menjadi profit center sebuah rumah sakit. Seorang Kepala Bagian Instalasi Radiologi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengungkapkan bahwa di tempatnya bekerja, instalasi laboratorium dan radiologi merupakan unit bisnis yang memberikan keuntungan dan penjualan terbesar dibanding unit bisnis lainnya.

….

 

BAB II – EKSPLORASI ISU BISNIS

2.1 Kerangka Berpikir

Manajemen strategis terdiri dari empat elemen dasar yaitu:

1. Environmental scanning atau pengamatan lingkungan adalah pemantauan, penilaian dan penyebaran informasi dari lingkungan luar dan dalam kepada orang-orang yang berpengaruh dalam suatu perusahaan.

2. Strategy formulation atau formulasi strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang suatu perusahaan berdasarkan peluang dan ancaman dari lingkungannya serta kekuatan dan kelemahan dari dalam.

3. Strategy implementation atau implementasi strategi adalah proses dimana strategi dan kebijakan dilaksanakan kedalam program, pembiayaan dan prosedur.

4. Evaluation and control atau penilaian dan pengawasan adalah proses dimana aktivitas perusahaan dan hasil kerjanya dimonitor untuk mengetahui kinerjanya dibandingkan dengan harapan.

…..

BAB IV

RENCANA IMPLEMENTASI DAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA

4.1 Rencana Implementasi

Setelah melakukan formulasi strategi, langkah selanjutnya adalah implementasi strategi. Berdasarkan Wheelen, Hunger pada buku Strategic Management and Business Policy, implementasi strategi adalah sekumpulan aktivitas dan keputusan yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana strategis dan merupakan inti dari manajemen strategis. (2006: 214)

Penelitian membuktikan bahwa hampir 70% rencana strategis tidak berhasil karena kegagalan menjabarkan rencana strategis ke dalam pelaksanaan sehari-hari di tempat kerja. (2006: 236)

……

Contoh Skripsi ini bisa anda dapatkan di dalam DVD yang bisa anda pesan.

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

contoh download

contoh download

Posted in Uncategorized | Leave a comment